PERSEPSI NASABAH TERHADAP APLIKASI DANA QARDHUL
HASAN
DI
BPRS
PUDUARTA INSANI TEMBUNG
Muhammad Abrar Kasmin Hutagalung
Fakultas Ekonomi dan
Bisnis, Universitas Potensi Utama
Jl. K.L Yos Sudarso Km. 6.5 No. 3-A
Tanjung Mulia Medan Telp : (061) 6640525
Salah satu
bank penyedia fasilitas pembiayaan qardhul
hasan adalah BPRS Puduarta Insani. BPRS ini tepatnya berada di Jalan Pekan
Raya No. 13 A Tembung. Pemilihan BPRS Puduarta Insani sebagai objek penelitian
dengan pertimbangan BPRS ini merupakan salah satu lembaga keuangan bank yang
diharapkan akan mampu menjangkau lapisan masyarakat golongan ekonomi menengah
ke bawah yang dalam operasinya juga melakukan pembiayaan pada sektor usaha
kecil dengan harapan para pengusaha kecil mampu mengembangkan usahanya melalui
pembiayaan Qardhul Hasan yang telah
disalurkan. Adapun jumlah nasabah pembiayaan qardhul hasan sebanyak 30 orang dengan sosialisasi jumlah dana
sebesar Rp.184.597.000,-.
Dari
penelitian melalui hasil angket dan kuesioner yang disebar, hasil Uji validitas
terhadap 4 item (karakteristik qardhul hasan,
service, akuntabilitas, dan users)
dari 28 pertanyaan persepsi nasabah terhadap aplikasi dana qardhul hasan di BPRS Puduarta Insani Tembung dinyatakan valid,
karena r hitung (minimum 0,44 dan maksimum 0,614) > r tabel (0,361) untuk karakteristik
qardhul hasan. Untuk service diperoleh r hitung (minimum
0,513 dan maksimum 0,684) > r tabel (0,361). Untuk akuntabilitas diperoleh r hitung (minimum 0,556 dan
maksimum 0,815) > r tabel (0,361). Sedangkan untuk users diperoleh r hitung (minimum 0,480 dan maksimum 0,753) > r
tabel (0,361). Adapun nilai reliabilitas karakteristik qardhul hasan 0,804, Untuk
service diperoleh 0,681, Untuk akuntabilitas diperoleh 0,681, Sedangkan untuk users diperoleh 0,683. Nilai
reliabilitas instrumen tersebut menunjukkan tingkat reliabilitas instrumen
penelitian sudah memadai karena sudah mendekati 1 (> 0,60).
Sedangkan nilai
rata-rata hitung (mean) untuk karakteristik qardhul
hasan diperoleh adalah 124, 857 maka mean sebesar 4,162 termasuk kategori
interval “Tinggi”. Dengan demikian persepsi nasabah terhadap karakteristik qardhul hasan sangat baik. Untuk service diperoleh adalah 124,2 maka mean
sebesar 4,13 termasuk kategori interval “Tinggi”. Dengan demikian persepsi
nasabah terhadap pelayanan yang diberikan BPRS Puduarta Insani Tembung kepada pelanggan sudah sangat baik. Untuk akuntabilitas diperoleh adalah 125,4 maka mean
sebesar 4,17 termasuk kategori interval “Tinggi”. Dengan demikian persepsi
nasabah terhadap akuntabilitas sangat
baik. Sedangkan untuk users diperoleh
adalah 126, 33 maka mean sebesar 4, 2 termasuk kategori interval “Tinggi”.
Dengan demikian persepsi nasabah terhadap users
sangat baik. Dari semua pernyataan dan penghitungan yang dilakukan oleh
peneliti dapat disimpulkan bahwa persepsi nasabah terhadap aplikasi dana qardhul hasan di BPRS Puduarta Insani
Tembung adalah sangat baik.
Kata Kunci : Persepsi,
nasabah, Qardhul Hasan
ABSTRACT
One of the finance facilities provided bank qardhul
hasan is BPRS Puduarta Insani. BPRS this its correct is at Fair Road No. 13 a.
Cudgels. BPRS Puduarta Insani's elect as object of research with consideration
BPRS this constitutes one of expected bank financial institution will can reach
economic faction society coat intermediates downwards which in its operation
also do finances on sectorallies small enterprise with expectation little
entrepreneur can develop its effort via finances Qardhul Hasan already been channelled. There is amount even
finances client qardhul hasan as much 30 person with socialization foots
up to lent fund as big as Rp.184.597.000,-.
Research found qardhul hasan finance, resulted Tests validity to 4 item and 28
question was declared for by valid, since r computing (minimum 0,44 and maximum
0,614) > r table (0,361) for characteristic qardhul hasan . To service
gotten r computing (minimum 0,513 and maximum 0,684) > r table (0,361).
To akuntabilitas gotten r computing
(minimum 0,556 and maximum 0,815) > r table (0,361). Meanwhile for users gotten
r computing (minimum 0,480 and maximum 0,753) > r table (0,361). There is
point even reliabilitas characteristic qardhul hasan 0,804 , To service gotten 0,681, To akuntabilitas
gotten 0,681, Meanwhile for users
gotten 0,683. reliabilitas's point that instrument point out reliabilitas's
zoom research instrument have is equal to since have approached 1(>
0,60).
Meanwhile computing average value (mean) for
characteristic qardhul hasan gotten is 124, 857 therefore mean as big as
4,162 included interval category “ High”. Client perception thus to
characteristic qardhul hasan very good. To service gotten is
124,2 therefore mean as big as 4,13 included interval category “ High”. Client
perception thus to service that given by BPRS Puduarta Insani Tembung to
customer was pretty good. To akuntabilitas gotten is 125,4 therefore mean as big as
4,17 included interval category “ High”. Client perception thus to
akuntabilitas very good.
Meanwhile for users gotten is 126, 33 therefore mean as big as 4, 2
included interval category “ High”. Client perception thus to users very
good. Of all statement and extrapolation that did by researcher gets to be
concluded that client perception for application to lent fund qardhul hasan at
BPRS Puduarta Insani Tembung is very good.
keywords : perception,costumer,
Qardhul Hasan
1.
PENDAHULUAN
Keunggulan lain dari bank syariah adalah pengalamannya
selama krisis ekonomi. Prinsip
risk sharing (berbagi resiko) dan profit and loss sharing (bagi
hasil), sebagaimana terdapat pada sistem bank berdasarkan prinsip syariah,
merupakan suatu prinsip yang
dapat berperan meningkatkan ketahanan satuan-satuan
ekonomi. Dalam hal ini, prinsip bagi hasil atau berbagi resiko antara pemilik dana dan pengguna dana sudah diperjanjikan secara jelas dari awal, sehingga
jika
terjadi kesulitan usaha karena
krisis ekonomi misalnya, maka risiko kesulitan usaha
tersebut otomatis ditanggung bersama oleh pemilik dana dan pengguna dana. Dengan demikian, kesulitan ekonomi akan terasa relatif lebih ringan dan badan usaha
secara individual, dan dengan demikian kebangkitan kembali ekonomi dapat diharapkan
berlangsung lebih cepat.[1]
Dalam menjalankan
usahanya,
bank
syariah menawarkan produk-produk
seperti produk
penyaluran dana contohnya Murabahah,
Salam, Istisna’, Ijarah, Syirkah ,Rahn, Qardh, Wakalah, dan Kafalah, produk penghimpun dana contohnya
prinsip wadi’ah
dan prinsip Qardhul Hasan serta Produk Jasa contohnya sharf dan
Ijarah.
Dari banyaknya tawaran-tawaran produk-produk dan jasa-jasa yang
berpedoman pada prinsip-prinsip syariah pada bank syariah, pembiayaan Qardul Hasan yang menjadi produk yang dibicarakan saat ini. Dikarenakan pembiayaan Qardhul Hasan ini merupakan produk yang
dinanti bagi masyarakat yang memiliki
keterbatasan dana dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari ataupun juga
bagi pengusaha kecil
yang memiliki peluang untuk berkembang tetapi tidak
memiliki modal yang
cukup untuk mengembangkan usahanya.
Secara epistimologi kata qardhul berasal
dari qard berarti
memotong. Dikatakan demikian karena harta tersebut benar-benar dipotong
apabila diberikan kepada peminjam.
Berdasarkan hadis Nabi Saw, pemberian pendahuluan
pinjaman
dengan cara
al-qard lebih berkenan bagi Allah
dari pada memberi sodaqoh. Ini merupakan keterangan yang sah dan tidak perlu diragukan lagi, serta merupakan
sunah Nabi Saw dan ijma’
ulama. Secara terminologi, Qardhul Hasan (benevolent
loan) ialah suatu pinjaman yang diberikan atas dasar kewajiban sosial semata, dalam hal ini si peminjam tidak dituntut untuk mengembalikan apa pun kecuali pinjaman. Sifat dari Qardhul
Hasan ini ialah tidak
memberi keuntungan financial.[2]
Adapun pengertian Qardhul Hasan menurut Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Bank Syariah adalah suatu pembiayaan lunak yang
diberikan bank kepada nasabah yang dianggap layak menerima, dengan prioritas
bagi pengusaha
kecil yang
potensial, akan tetapi tidak mempunyai modal apapun selain kemampuan
berusaha, serta perorangan lainnya yang berada dalam keadaan terdesak. Penerima pembiayaan (nasabah) tidak dituntut untuk mengembalikan apapun kecuali modal pokok
pembiayaan dengan kata lain penerima
pembiayaan (nasabah) hanya
diwajibkan mengembalikan
pokok pembiayaan pada saat jatuh tempo. Namun
demikian
peminjam (nasabah) atas kehendaknya
sendiri dapat menambah secara
sukarela sebagai tambahan tertentu pada waktu mencicil atau melunasi pembiayaan
diatas pembayaran yang
seharusnya, sebagai
tanda terima kasih.
Qardhul
Hasan adalah merupakan ciri
pembeda bank syariah dengan
bank
konvensional dimana suatu perjanjian antara bank sebagai pemberi pinjaman dengan
nasabah sebagai penerima pinjaman, baik
berupa uang maupun
barang tidak
dilakukan persyaratan adanya tambahan
atau biaya apapun dari
pihak bank syariah. Peminjam (nasabah) hanya berkewajiban mengembalikan uang atau barang yang
dipinjam pada waktu yang
disepakati bersama, dengan jumlah yang sama dengan
pokok pinjaman. [3]
Qardhul Hasan merupakan
akad tabarru’ (gratutitous contract) yaitu adalah
segala macam perjanjian yang
menyangkut not-for profit transaction (transaksi
nirlaba). Transaksi ini pada
hakikatnya
bukan transaksi bisnis untuk mencari keuntungan komersil. Akad
tabarru’
dilakukan dengan
tujuan tolong-menolong dalam rangka
berbuat kebaikan (tabarru’ berasal dari kata birr dalam bahasa Arab, yang artinya kebaikan). Dalam akad tabarru’, pihak yang berbuat kebaikan tersebut tidak berhak mensyaratkan imbalan apapun kepada
pihak lainnya. Imbalan dari akad
tabarru’
adalah dari Allah
SWT,
bukan dari manusia. Namun demikian, pihak yang
berbuat kebaikan tersebut boleh meminta kepada counter-part-nya
untuk sekedar
menutupi biaya (cover the cost) yang
dikeluarkannya untuk dapat melakukan akad
tabarru’
tersebut. Namun ia tidak boleh sedikitpun mengambil laba dari akad tabarru‟ itu.[4]
Fasilitas Qardhul Hasan ini
diberikan kepada mereka yang
memerlukan pinjaman konsumtif jangka pendek untuk tujuan-tujuan yang sangat urgen dan mendesak. Selain itu juga diberikan kepada para pengusaha kecil yang kekurangan dana, tetapi
memiliki
prospek bisnis yang sangat baik.[5]
Dasar hukum Qardhul
Hasan adalah al-Quran
surat al-Baqarah
ayat 245:
“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik, maka
Allah akan melipatgandakan pembayaran
kepadanya dengan
sebaik-baiknya.”
Bank sebagai
pemberi pinjaman
tidak diperbolehkan
meminta peminjam untuk membayar lebih dari jumlah pokok pinjaman, akan tetapi bank dibenarkan untuk menerima kelebihan pembayaran secara sukarela dari peminjam sebagai tanda
terima kasih yang besarnya tidak
ditentukan
sebelum akad, ini hukumnya sunnah.
Tujuan utama pembiayaan Qardhul Hasan adalah untuk menolong
peminjam
yang berada dalam keadaan terdesak, baik untuk hal-hal yang
bersifat konsumtif
maupun produktif. Peminjam dipilih secara
selektif dan hati-hati terutama kepada peminjam yang dinilai jujur dan mempunyai reputasi baik. Dana ini berasal dari dana zakat,
infak
dan sedekah yang dititipkan
di bank.
Kehadiran pembiayaan Qardhul Hasan di bank syariah
ini memiliki misi khusus
yaitu misi sosial dan bisnis yang membuatnya harus dikelola ekstra ketat. Sistem perbankan syariah merupakan konsep alternatif yang
merupakan usaha untuk menjawab tantangan kebutuhan pembiayaan guna membangun pemgembangan usaha dan
ekonomi masyarakat.
Meningkat
tidaknya permintaan nasabah
akan pembiayaan
akan
terkait
dengan pola pemahaman mereka terhadap prinsip syariat Islam yang ada dalam diri perbankan Islam itu
sendiri. Dalam
hal
ini BPRS Puduarta Insani sebagai bank Islam
adalah bank yang
dalam beroperasinya mengikuti ketentuan-ketentuan syariat Islam,
khususnya yang menyangkut tata cara bermuamalat secara Islam. Dalam tata cara itu
hendaknya dijauhi praktek-praktek yang dikhawatirkan mengandung
unsur riba untuk diisi dengan
kegiatan-kegiatan
investasi
atas dasar bagi hasil dan
pembiayaan.
Melalui prinsip syariat Islam ini, akan membimbing umat manusia dalam
segala aspek
kehidupan. Dengan demikian, interaksi nilai-nilai syariat Islam ke dalam
interaksi-interaksi
ekonomi, seperti BPRS Puduarta Insani, dapat merealisasikan nilai-nilai kemanusian dalam
semua utusan ekonomi masyarakat.
Hadirnya BPRS yang
beroperasi di pedesaan maupun perkotaan diharapkan
mampu untuk menjangkau masyarakat paling bawah dalam penghimpunan dan
penyaluran dana melalui pembiayaan sehingga
diharapkan BPRS turut berperan katif dalam
pengembangan
ekonomi masyarakat.
Sebagai objek penelitian dalam penelitian ini adalah BPRS Puduarta Insani
yang telah beroperasi sejak tanggal 18 Juni 1996 beralamat di Jalan Pekan Raya No. 13 A Tembung,
Kecamatan
Percut Sei tuan, Kabupaten Deli
Serdang. Dalam
operasionalnya BPRS
ini melaksanakan
transaksi-transaksi
perbankannya berdasarkan syariah Islam dengan menjauhi praktek-praktek yang
dikhawatirkan mengandung riba untuk diisi dengan
kegiatan
investasi
atas dasar prinsip syariah.
Walaupun tergolong baru BPRS syariah,
BPRS Puduarta Insani Tembung telah
menawarkan
produk-produk yang berpedoman pada
prinsip-prinsip
syariah Islam antara
lain pengerahan dana masyarakat seperti tabungan wadi”ah, tabungan
mudarabah dan deposito.
Juga penyaluran dana kepada masyarakat seperti
pembiayaan
murabahah, istisna,
ijarah, salam, rahn,
qardh dan Qardhul Hasan.
Jumlah nasabah pembiayaan di BPRS Puduarta Insani Tembung pada tahun 2009
adalah 706 orang nasabah
dengan
realisasi pembiayaan
sebanyak
Rp. 20.21.000.000,- (Dua
puluh
Milyar Dua Puluh Satu Juta Rupiah). Dari total realisasi pembiayaan hanya sekitar Rp. 147.310.000,- (Seratus Empat Puluh Tujuh Juta Tiga
Ratus Sepuluh Ribu Rupiah).
Walaupun jumlah realisasi pembiayaan qardhul hasan belum maksimal, akan
tetapi sebagai
sebuah
bank
syariah yang diharapkan lebih aktif ikut serta dalam
mendorong ekonomi
umat, khususnya masyarakat ekonomi
menengah ke bawah,
BPRS Puduarta Insani telah
memainkan
peranannya dalam
masyarakat dengan membuka pembiayaan dalam bentuk Qardhul Hasan. Walaupun jumlah dana yang
direalisasikan pada pembiayaan Qardhul Hasan yang
masih tergolong sedikit, tetapi
hal
ini sangat berarti bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan dana dalam
memajukan usaha mereka
dan
memenuhi kebutuhan mereka melalui fasilitas
pembiayaan yang disediakan BPRS ini.
Bila dilihat dari jumlah dana yang
terealisasi memang
belum optimal, hal ini disebabkan karena
sulitnya menemukan standar
kejujuran oleh bank yang harus diterapkan oleh nasabah.
Dengan
adanya
prilaku
manusia
yang beraneka
ragam,
maka tidak tertutup kemungkinan adanya prilaku mereka
yang menyimpang dari tujuan awalnya
setelah mendapatkan pembiayaan dari bank. Tidak
adanya konsistensi
dalam menjalankan usaha dan kurangnya tingkat keimanan yang dimiliki nasabah dapat menjadi salah satu penyebab
penyimpangan
ini terjadi. Perilaku penyimpangan
inilah yang
membuat bank
ragu dalam memberikan
pembiayaan Qardhul
Hasan kepada nasabahnya, sehingga memerlukan kehati-hatian di dalamnya. Maka
tidak
heran jika
ada Bank Perkreditan Rakyat Syariah yang tidak menetapkan pembiayaan
Qardhul
Hasan sebagai salah satu jenis pembiayaannya, walaupun tidak dapat dipungkiri bahwa pembiayaan jenis ini akan sangat membantu perekonomian
masyarakat yang membutuhkannya.
Berdasarkan uraian
di atas, peneliti
merasa tertarik untuk
melakukan
penelitian terhadap Aplikasi dana Qardhul Hasan di BPRS Puduarta Insani Tembung
(BPRS al-Washliyah) tersebut yang dituangkan dalam bentuk karya ilmiah
(tesis) dengan judul
“PERSEPSI NASABAH TERHADAP APLIKASI DANA
QARDHUL HASAN DI BPRS PUDUARTA INSANI TEMBUNG”.
Setelah diketahui
permasalahan sebagaimana yang telah dikemukakan di atas dapat diidentifikasi
suatu permasalahan yang menjadi dasar penelitian ini yaitu :
1.
Untuk mengetahui
lebih jelas mengenai Persepsi Nasabah Terhadap BPRS Puduarta Insani Tembung.
2.
Untuk
mengetahui Persepsi Nasabah Terhadap Aplikasi Dana
Qardhul Hasan Di BPRS Puduarta
Insani Tembung.
Sesuai dengan
identifikasi masalah yang ditemukan peneliti, dalam hal ini peneliti melakukan
penelitian pada Persepsi Nasabah Terhadap Aplikasi Dana
Qardhul Hasan Di BPRS Puduarta
Insani Tembung.
Dari identifikasi
masalah yang telah dikemukakan, dapat dirumuskan suatu masalah dalam penelitian
ini yaitu bagaimana Persepsi Nasabah Terhadap Aplikasi Dana
Qardhul Hasan Di BPRS Puduarta
Insani Tembung.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi
dalam membangun minat masyarakat menggunakan produk-produk bank syari’ah dengan
memfokuskan pada persepsi tentang bank syari’ah dan memberikan informasi serta
masukan kepada para praktisi perbankan syari’ah mengenai persepsi masyarakat
terhadap bank syari’ah dalam menentukan kebijakannya
2.
METODE PENELITIAN
2.1
Pendekatan
Penelitian
Penelitian ini
termasuk penelitian deskriptif analitik, yaitu dengan
mendeskripsikan objek yang akan diteliti berdasarkan fakta atau data yang tampak
atau sebagaimana adanya. Untuk
memberikan bobot yang lebih tinggi pada metode ini, maka data atau fakta yang
ditemukan akan dianalisa dan disajikan secara
sistematik hingga mudah dipahami dan
disimpulkan.[6]
Dimensi
waktu dalam penelitian ini adalah cross sectional, karena data hanya dikumpulkan
satu kali dalam satu periode untuk menjawab pertanyaan penelitian.
Artinya pengambilan data
dilakukan atas pertimbangan waktu tertentu dan hanya dilakukan
satu kali saja.
2.2 Lokasi dan Waktu Penelitian
1.
Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas : obyek/subyek yang
mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan
kemudian
ditarik
kesimpulannnya.[7] Populasi dalam penelitian
ini adalah nasabah pembiayaan dengan karakteristik
sebagai
berikut :
a.
Nasabah BPRS Puduarta Insani Tembung. Diasumsikan nasabah tersebut secara
langsung berhubungan dengan pembiayaan yang ditawarkan dan diberikan oleh
BPRS Puduarta Insani.
b.
Berusia 18 – 40 tahun. Kohlberg menyatakan bahwa pada usia ini sikap mulai terinternalisasi dan secara mandiri individu menentukan sendiri nilai dan norma
yang dianut (tidak berdasarkan harapan
orang tua dan
teman sebaya lagi).
Diasumsikan, pada masa ini individu lebih aktif dan berada dalam tahap sosial yang lebih luas dibandingkan
usia dewasa lainnya.
c.
Berpendidikan minimal lulusan SMA/sederajat. Diasumsikan dengan pendidikan
minimal SMA/sederajat sampel dapat memahami pernyataan yang ada dalam setiap
item.
Sampel adalah bagian
dari dari jumlah
dan
karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan metode
non
probability sampling yaitu dengan convenience
sampling. Metode convenience sampling melibatkan pengumpulan
informasi dari anggota yang
berada dalam
populasi yang
dapat memberikan informasi
yang dibutuhkan.[8]
Jumlah sampel dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan jumlah populasi
yang ada dengan
menggunakan rumus
yang diformulasikan oleh
Yamane,[9] yaitu :
n = N
1 NE2
Dengan
keterangan
: n = jumlah sampel
N
= jumlah populasi
E
= margin of error (10
%)
Berdasarkan
jumlah populasi yang diketahui dari data
internal BPRS Puduarta
Insani
Tembung
tahun 2009, diperoleh data
jumlah populasi 706
nasabah
pembiayaan,
maka
dapat ditentukan
jumlah sampel sebagai
berikut :
1 NE 2
1 706 0.12
n = 87, 5 pembulatan
menjadi 88 jiwa
Mengikuti formula
di atas, maka didapat jumlah sampel dalam penelitian ini
adalah 88 orang
subjek, jumlah ini diharapkan dapat mewakili karakteristik dan sifat- sifat
populasinya.
2.3 Data dan Sumber Data
Dalam penelitian ini sumber data yang digunakan berasal dari sumber eksternal, yaitu sumber data yang diperoleh langsung
dari
penelitian.
Sedangkan data yang digunakan
dalam analisis adalah:
1.
Data primer, merupakan sumber data penelitian yang langsung diperoleh dari
sumber asli atau tidak melalui perantara dan secara khusus dikumpulkan oleh
peneliti untuk menjawab pertanyaan penelitian.
Data primer
dalam penelitian ini
adalah
jawaban responden atas
pernyataan-pernyataan
dari kuestioner yang disebarkan, wawancara (interview)
kepada pihak-pihak yang dianggap potensial
dalam memberikan informasi yang dianggap penting dalam pengumpulan data dalam penelitian ini serta
observasi
langsung dengan
sistematis terhadap
fenomena-fenomena yang diselidiki.
2.
Data sekunder, merupakan sumber data penelitian yang diperoleh atau dicatat oleh pihak lain. Data
sekunder dalam
penelitian
ini diperoleh dari
sumber lain, diantaranya dari jurnal, artikel,
buku, skripsi terdahulu, dan instansi yang
terkait
atau yang erat hubunganya dengan
penelitian
ini.
2.4 Definisi Operasional
Yang akan diukur dalam penelitian ini adalah persepsi nasabah terhadap aplikasi
dana qardhul
hasan
di
BPRS
Puduarta Insani
Tembung
diukur
dengan
menggunakan kuesioner yang dikembangkan oleh Yaya
dan Hameed yang berisi dua bagian, yaitu
bagian A berisi
informasi dari responden dan bagian B berisi
pernyataan
responden tentang qardhul hasan.
Instrumen penelitian berupa persepsi nasabah terhadap aplikasi dana qardhul hasan di BPRS Puduarta Insani Tembung, diskenariokan dalam pertanyaan-
pertanyaan berikut
ini:
1. Karakteristik
Qardhul Hasan
Karakteristik qardhul hasan sebagai pembeda antara lembaga keuangan syariah
dengan lembaga keuangan konvensional. Pernyataan tentang karakteristik BPRS terdiri dari
7 item dan terdapat
pada item No: 1–7.
2. Service (pelayanan) Pembiayaan qardhul hasan
Service (pelayanan) yang diberikan BPRS kepada nasabah akan pembiayaan
qardhul
hasan. Pernyataan tentang pelayanan pembiayaan qardhul hasan
terdiri dari
10 item dan terdapat
pada item
No: 8-17.
3. Akuntanbilitas
Pelaporan keuangan lembaga keuangan dalam perspektif Islam lebih lengkap
bila dibandingkan dengan lembaga
keuangan konvensional. Pernyataan tentang akuntabilitas perbankan syariah terdiri
dari
5 item dan terdapat
pada item No: 18-22.
4. Users
Qarhul Hasan
Qardhul hasan merupakan produk yang diminati oleh masyarakat. Pernyataan tentang
users qardhul hasan terdiri dari 6 item dan terdapat pada item No: 23-28.
Persepsi responden diukur menggunakan skala likert lima poin diskenariokan dalam dua
bagian, dengan
skor sebagai
berikut:
a. Bagian Item 1-22
Skor 5 : sangat setuju
Skor 4 : setuju
Skor 3 :
ragu-ragu
Skor 2 : tidak
setuju
Skor 1 : sangat tidak setuju
2.5
Teknik Pengumpulan Data
Alat ukur merupakan metode pengumpulan data dalam kegiatan penelitian
yang mempunyai tujuan untuk mengungkap fakta terhadap variabel yang diteliti,
dengan cara questionnaire, skala, interview, observasi, test,
eksperimen, dan lainnya yang
memiliki dasar-dasar yang
beralasan. Alat ukur yang
digunakan dalam
penelitian ini adalah
skala psikologis yang berdasarkan
pada laporan-laporan
diri.[10]
Sebelum peneliti merancang penulisan item/soal, maka
peneliti harus membuat blue print terlebih dahulu. Blue print berupa tabel yang
memuat sekaligus uraian tes dan tingkat kompetensi yang akan diungkapkan pada
setiap bagian isi. Blue
print akan menjadi pegangan yang sangat membantu sewaktu penulisan item
berlangsung sebagai suatu pedoman
yang akan menjaga agar penulisan itm tetap terarah
pada tujuan pengukuran tes
dan tidak keluar dari
batasan isi.
Skala persepsi nasabah
terhadap aplikasi dana Qardhul Hasan disusun
seperti
yang dapat dilihat
pada Tabel 3.1.
Table 3.1
Blue Print Skala
Persepsi terhadap Aplikasi
Dana Qardhul Hasan
|
Pertanyaan
|
Mendukung
|
Tidak mendukung
|
Total
|
|
Karakteristik
qardhul hasan
|
1,2,3,4,5
|
6,7
|
7
|
|
Servis
|
11,12,13,14,15
|
8,9,10,16,17
|
10
|
|
Akuntabilitas
|
21,22
|
18,19,20
|
5
|
|
Users
|
23,24,25
|
26,27,28
|
6
|
|
Total
|
15
|
13
|
28
|
Blue print
tabel 3.1 menunjukkan bahwa
persepsi
diukur
dengan menggunakan dua pernyataan, mendukung
dan
tidak mendukung. Jumlah pertanyaan yang diberikan sebanyak 28 pertanyaan . Selanjutnya digambarkan bobot nilai yang
diberikan
pada setiap soal
(table 3.1)
Tabel 3.2
Bobot nilai pernyataan Skala
|
Pertanyaan
|
Skor
|
||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
|
|
Mendukung
|
Sangat Tidak setuju
|
Tidak setuju
|
Ragu-ragu
|
Setuju
|
Sangat setuju
|
|
Tidak mendukung
|
Sangat setuju
|
Setuju
|
Ragu-ragu
|
Tidak Setuju
|
Sangat tidak
setuju
|
Bobot penilaian untuk pernyataan
mendukung yaitu : Sangat Setuju =
5,
Setuju = 4, ragu-ragu = 3, Tidak
Setuju = 2, Sangat Tidak Setuju = 1. Sedangkan
bobot penilaian untuk pernyataan tidak mendukung yaitu : Sangat Setuju = 1, Setuju = 2,
ragu-ragu = 3, Tidak
Setuju = 4, Sangat
Tidak Setuju
= 5
2.6
Analisa Data
Sutrisno Hadi menyatakan bahwa
penelitian deskriptif menganalisis dan
menyajikan data
secara sistematis sehingga dapat lebih mudah
dipahami dan disimpulkan. Kesimpulan yang diberikan selalu dapat dikembalikan langsung
pada
data yang diperoleh. [11]
Data yang
diperoleh dari alat ukur akan diolah dengan metode statistik dengan menggunakan bantuan SPSS versi 15,0
for Windows.
Hal
ini didasarkan atas
pertimbangan bahwa dalam penelitian ini tidak mempersoalkan jalinan
hubungan antar variabel dan tidak melakukan pengujian hipotesis. Hasil penelitiannya berupa deskripsi terhadap
variabel-variabel
tertentu dengan menyajikan
frekuensi, mean
atau kualifikasi lainnya untuk setiap
kategori
di suatu
variabel. Untuk mendapatkan gambaran skor persepsi terhadap aplikasi dana Qardhul hasan digunakan analisa data
statistic deskriptif. Data yang akan diolah yaitu skor minimum, skor maksimum, mean, dan standar deviasi. Data yang akan diolah dengan analisis statistik dengan menggunakan program SPSS versi 15,0 for
Windows.
2.7
Teknis
Analisis Data
1. Uji
validitas data
Uji validitas data diperlukan untuk mengetahui sejauh mana
ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam menjalankan fungsinya. Menurut Singarimbun, uji validitas data digunakan, benar-benar dapat mengukur apa yang ingin diukur atau tidak. Suatu instrumen dikatakan memiliki validitas yang tinggi apabila mampu
memberikan hasil ukur yang sesuai dengan maksud dilakukannya penelitian tersebut. Pendekatan yang
dilakukan
dalam uji validitas data
dalam penelitian
ini
adalah
validitas konstruks (construct validity), yaitu dengan mengkolerasiakan skor
setiap item dengan skor
total. Uji validitas data
dalam penelitian ini menggunakan correlation product moment. Uji validitas ini dikatakan valid apabila hasilnya signifikan pada
level tertentu. Uji validitas
dalam penelitian
ini
menggunakan bantuan
computer dengan software SPSS versi 10.5. hasil uji validitas dikatakan valid apabila nilai probabilitasnya lebih kecil dari 0,05 dan nilai probabilitas lebih besar
dari 0,05 menunjukkan bahwa item pernyataan tersebut tidak valid. Adapun rumus
teknik korelasi yang digunakan adalah Pearson’s
Correlation Product Moment :
r = 

Keterangan:
r = koefisien korelasi
n = jumlah sampel
ΣXY = jumlah skor antara X dan Y
ΣX = jumlah skor masing-masing item
ΣY = jumlah skor seluruh item
2. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas data
digunakan untuk menunjukkan sejauh
mana hasil pengukuran telah konsisten
apabila dilakukan dua
kali atau lebih dari gejala yang sama.
Uji ini hanya dilakukan pada item pernyataan yang dinyatakan valid dalam
uji validitas
. Uji realibilitas
data dalam penelitian ini menggunakan cronbach’s alpha lebih besar dari 0,6. Untuk menguji reliabilitas digunakan teknik Cronbach Alpha, yaitu
koefisien reliabilitas
yang menunjukkan seberapa
baik item dalam
suatu
instrument berkorelasi
positif dengan item lainnya. Rumus yang digunakan sebagai berikut:
Rii =

Keterangan:
Rii = reliabilitas instrumen
K = jumlah kuestioner
ΣSb2 = jumlah varian butir
St2 =
varian total
Semakin tinggi koefisien
alpha, berarti semakin baik
pengukuran suatu
instrumen. Uji realibilitas
dalam penelitian
ini menggunakan bantuan
komputer
dengan software SPPS 10.5 for
windows. Sekaran menyatakan bahwa semakin dekat koefisien
alpha pada nilai 1
berarti butir-butir
pernyataan dalam koefisien semakin
realibel.
3. Uji Asumsi
Homogenitas Varian
Antar
Kelompok (homogenity of
variance).
Uji Asumsi homogenitas yang
dipakai adalah Levene’s Test of Equity of
variance. Levene’s Test of Equity of variance dihitung oleh
SPSS untuk menguji
asumsi ANOVA
bahwa setiap grup (kategori) variabel independen memiliki varian
sama. Angka yang
dihasilkan adalah
probabilitas dua sisi yang kemudian
dibandingkan dengan tingkat signifikansi tertentu. Jika
nilai probabilitas lebih besar
dari nilai signifikansi,
maka varian antar kelompok adalah homogen.
Sebaliknya jika nilai probabilitas
lebih
kecil dari
nilai
signifikansi, maka
varian antar kelompok adalah heterogen (Djarwanto,
1996: 62).
4. Pengujian Hipotesis
Untuk
menguji hipotesis digunakan alat uji statistik yaitu One Way Anova
test. Pengujian hipotesis dimaksudkan
untuk
mengetahui ada tidaknya perbedaan rata-rata yang signifikansi antara lebih dari dua sampel dimana varians-varians data
tersebut adalah sama.
Penelitian ini menggunakan
uji hipotesis One Way Anova Test karena memiliki
beberapa karakteristik.
Populasi yang akan diuji memiliki distribusi
normal
khusus Annova cukup robush untuk asumsi normalitas.[12] Jadi tidak perlu dilakukan uji
normalitas. Varians
dari populasi tersebut
adalah sama Sampel
tidak
saling berhubungan antara satu
dengan yang lain.
a.
Pengujian Hipotesis
Pengujian ini digunakan untuk menjawab perumusan masalah.
Pertama, pengujian yang digunakan adalah Analisys
of variance merupakan
metode untuk menguji hubungan antara satu variabel dependen (skala metrik) dengan satu atau
lebih variabel independent (skala
non parametrik atau
kategori
lebih
dari
dua).
Langkah-langkah dalam pengujian ini adalah :
1.
Hipotesis; Ho : μ1 = μ2 = μ3 (Artinya tidak terdapat perbedaan persepsi nasabah terhadap aplikasi dana qardhul hasan).
Daerah
terima Daerah tolak
Fα(k-1;n-k)
- H1 : μ1
≠ μ2 ≠ μ3 (Artinya terdapat perbedaan
persepsi nasabah terhadap aplikasi dana
qardhul hasan).
- Dipilih level of significance
tertentu yaitu
0,05 dan degree of freedom k-1;n-k.
Kriteria Pengujian: Keterangan :
k-1 pembilang
(numerator);
(n-k) penyebut (denominator).
H0 diterima apabila : F ≤ F
α;(k-1);(n-k)
H0 ditolak apabila : F > F α;(k-1);(n-k)
4. Perhitungan
nilai F:
Varians within group
F = Varians
between means
5.
Kesimpulan, apabila F ≤ F (α;k -1;n-k) maka H0 diterima artinya tidak terdapat perbedaan persepsi nasabah terhadap aplikasi dana qardhul hasan. Apabila F ≥ F
(α;k -1;n-k) maka H0 ditolak, artinya terdapat perbedaan persepsi
nasabah terhadap aplikasi dana qardhul hasan.
b. Post Hoc
Tes
Pengujian ini digunakan adalah Uji Post Hoc Test yang dilakukan apabila
kategori variabel independen lebih dari dua. Uji Post Hoc Test yang dilakukan terdiri
dari Tukey
Test untuk menguji persepsi
nasabah
terhadap
aplikasi dana
qardhul hasan.
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Hasil
Penelitian
Salah satu tujuan penelitian ini adalah
untuk memperoleh gambaran persepsi nasabah terhadap aplikasi dana qardhul hasan di BPRS Puduarta Insani
Tembung. Berdasarkan hal tersebut, maka peneliti menggunakan skala Persepsi
Kualitas Layanan yang dikembangkan oleh Pasaruman dkk.
Skala konflik ini terdiri dari 30 item
dengan rentang nilai yang bergerak dari 0 – 4. Sehingga menghasilkan
kemungkinan nilai tertinggi 120 dan nilai terendah 0.
Tabel
Gambaran Skor Skala Persepsi Aplikasi Dana Qardhul Hasan
di BPRS Puduarta Insani Tembung
Descriptive Statistic
|
|
N
|
Mean
|
Std.
Deviation
|
Minimum
|
Maximum
|
|
Skor total skala persepsi
|
88
|
99,65
|
10.791
|
75
|
120
|
Tabel
Reability Statistics
|
Cronbach’s Alpha
|
N of items
|
|
.936
|
30
|
Paa
penelitian ini, subjek penelitian akan dikelompokkan menjadi 3 (tiga) bagian
berdasarkan skor skala persepsi terhadap aplikasi dana qardhul hasan di BPRS Puduarta Insani Tembung, yaitu positif,
negatif dan netral.
Pengelompokan
subjek penelitian ke dalam masing-masing kelompok didasarkan atas kategorisasi
standar error pengukuran (standar error
of Measurement) dengan rumus sebagai berikut :
Se = Sx
√
(1-rxx)
SE = Standar error dalam pengukuran
Sx = Standar
Deviasi
Rxx
= Koefisien
Reliabilitas
Untuk skala persepsi terhadap
aplikasi dana qardhul hasan di BPRS
Puduarta Insani Tembung dengan Mean = 99,65, Standar Deviasi = 10,791 dan
koefisien reliabilitas = 0,936 pada taraf kepercayaan 95 % (nilai z = 1.96),
sehingga diperoleh standar error pengukuran persepsi terhadap aplikasi dana qardhul hasan di BPRS Puduarta Insani
Tembung adalah :
Se = 10,791
√
(1-0.936)
= 10,791 √ 0,064
= 10,791
x 0,252
= 2,71
Gambaran kecermatan skor persepsi
terhadap aplikasi dana qardhul hasan
di BPRS Puduarta Insani Tembung adalah fluktuasi skor menjadi 99.65 ± 2.71 (z =
1.960. Sehingga diperoleh skor X>102,3 yang dibulatkan menjadi 102 untuk
skor persepsi positif. Skor X>96,94
yang dibulatkan menjadi 97 untuk skor
persepsi negatif dan untuk kategori yang netral adalah yang bergerak
antara 102 ≤ X ≤ 97.
Gambaran Umum Persepsi Terhadap
Aplikasi Dana Qardhul Hasan
Di BPRS Puduarta Insani Tembung
|
Kategori persepsi terhadap aplikasi dana qardhul hasan di BPRS Puduarta Insani Tembung
|
Jumlah
|
Persentase
|
|
Positif
|
45 orang
|
52 %
|
|
Netral
|
11 orang
|
12 %
|
|
Negatif
|
32 orang
|
36 %
|
|
Total
|
88 orang
|
100 %
|
Tabel menunjukkan persentasi
penlaian persepsi terhadap aplikasi dana qardhul
hasan di BPRS Puduarta Insani Tembung yang terbanyak adalah positif 45
orang (52 %), terbanyak setelah itu adalah negatif 32 orang (36 %) dan yang
paling sedikit adalah netral 11 orang (12 %).
1.
Gambaran Skor Persepsi pada Aspek-aspek dari pelayanan
- Gambaran Skor Aspek Reliabilitas
terdiri dari 6 (enam) item dengan rentang 0-4 sehingga menghasilkan
kemungkinan nilai tertinggi sebesar 24 dan terendah sebesar 0.
Gambaran Skor Konflik pada Aspek Reliabilitas
|
|
N
|
Mean
|
Std.
Deviation
|
Minimum
|
Maximum
|
|
Skor total skala persepsi aspek
reliabilitas
|
88
|
20.42
|
2.527
|
15
|
24
|
Untuk skala aspek reliabilitas dengan mean = 20,42 Standar
Deviasi = 2.527 pada taraf kepercayaan 95 % (Z=1.96), sehingga diperoleh
Standar Error pengukuran atau Standar Error Measurement adalah :
Se = 2,
527 √
(1-0,807)
= 2, 527 √ (0,193)
= 2,
527 x 0,43
= 1,08
Gambaran kecermatan skor persepsi
aspek reliabilitas adalah ± 1.08. fluktuasi skor
menjadi 20,42 ± 1, 08 (1.96).
Sehingga diperoleh skor aspek reliabilitas positif yakni X> 21,5 dan
dibulatkan menjadi 22 untuk skor aspek reliabilitas negatif adalah 19,34 yang
dibulatkan menjadi 19 dan untuk 22 ≤ X ≤ 19 berada kategori netral.
Tabel
Kategori Skor Persepsi Terhadap
Aplikasi Dana Qardhul Hasan
Di BPRS Puduarta Insani Tembung
Berdasarkan Aspek Reliabilitas
|
Kategori Skor Persepsi Terhadap
Aplikasi Dana Qardhul Hasan Di BPRS
Puduarta Insani Tembung Berdasarkan Aspek Reliabilitas
|
Jumlah
|
Persentase
|
|
Positif
|
21
|
24 %
|
|
Netral
|
43
|
49 %
|
|
Negatif
|
24
|
27 %
|
|
Total
|
88
|
100 %
|
Berdasarkan
data tabel diatas, dapat dilihat bahwa Persepsi Nasabah terhadap Aplikasi Dana Qardhul Hasan di BPRS Puduarta Insani
Tembung berdasarkan aspek reliabilitas yang memiliki persepsi positif adalah
sebanyak 21 orang (24 %), netral 43 orang (49 %), dan subjek yang memiliki
persepsi negatif sebanyak 24 orang (27 %).
b.
Gambaran Skor Aspek Responsivitas
terdiri dari 6 (enam) item dengan rentang 0-4 sehingga menghasilkan kemungkinan
nilai tertinggi sebesar 24 dan terendah sebesar 0.
Gambaran Skor Konflik pada Aspek Responsivitas
|
|
N
|
Mean
|
Std.
Deviation
|
Minimum
|
Maximum
|
|
Skor total skala persepsi aspek
responsivitas
|
88
|
20.09
|
2.405
|
14
|
24
|
Untuk skala aspek reliabilitas dengan mean = 20,09 Standar
Deviasi = 2.405 pada taraf kepercayaan 95 % (Z=1.96), sehingga diperoleh
Standar Error pengukuran atau Standar Error Measurement adalah :
Se = 2,
405 √
(1-0,736)
= 2, 405 √ (0,193)
= 2,
405 x 0,26
= 0,62
Gambaran kecermatan skor persepsi
aspek responsivitas adalah ± 0,62. fluktuasi skor menjadi 20,09 ±
0,62 (1.96). Sehingga diperoleh skor aspek responsivitas
positif yakni X> 20,71 dan dibulatkan menjadi 21 untuk skor aspek
responsivitas negatif adalah 19,47 yang dibulatkan menjadi 20 dan untuk 21 ≤ X ≤ 20 berada kategori
netral.
Tabel
Kategori Skor Persepsi Terhadap
Aplikasi Dana Qardhul Hasan
Di BPRS Puduarta Insani Tembung
Berdasarkan Aspek Responsivitas
|
Kategori Skor Persepsi Terhadap
Aplikasi Dana Qardhul Hasan Di BPRS
Puduarta Insani Tembung Berdasarkan Aspek Reponsivitas
|
Jumlah
|
Persentase
|
|
Positif
|
23
|
26 %
|
|
Netral
|
31
|
35 %
|
|
Negatif
|
24
|
39 %
|
|
Total
|
88
|
100 %
|
Berdasarkan data tabel diatas, dapat
dilihat bahwa Persepsi Nasabah terhadap Aplikasi Dana Qardhul Hasan di BPRS Puduarta Insani Tembung berdasarkan aspek
responsivitas yang memiliki persepsi positif adalah sebanyak 23 orang (26 %),
netral 31 orang (35 %), dan subjek yang memiliki persepsi negatif sebanyak 34
orang (39 %).
c.
Gambaran Jaminan terdiri dari 6 (enam)
item dengan rentang 0-4 sehingga menghasilkan kemungkinan nilai tertinggi
sebesar 24 dan terendah sebesar 0.
Gambaran Skor Konflik pada Aspek Jaminan
|
|
N
|
Mean
|
Std.
Deviation
|
Minimum
|
Maximum
|
|
Skor total skala persepsi aspek
Jaminan
|
88
|
20.15
|
2.332
|
14
|
24
|
Untuk skala aspek jaminan dengan mean = 20,15 Standar
Deviasi = 2.332 pada taraf kepercayaan 95 % (Z=1.96), sehingga diperoleh Standar
Error pengukuran atau Standar Error Measurement adalah :
Se = 2,
332 √
(1-0,731)
= 2, 332 √ (0,26)
= 2,
332 x 0,5
= 1,18
Gambaran kecermatan skor persepsi
aspek responsivitas adalah ± 1,18. fluktuasi skor menjadi 20,15 ±
1,18 (1.96). Sehingga diperoleh skor aspek
Jaminan positif yakni X > 21,33 dan dibulatkan menjadi 21 untuk skor aspek
responsivitas negatif adalah 18,9 yang dibulatkan menjadi 19 dan untuk 21 ≤ X ≤ 19 berada kategori
netral.
- Aspek Empati terdiri dari 6 (enam)
item dengan rentang 0-4 sehingga menghasilkan kemungkinan nilai tertinggi
sebesar 24 dan terendah sebesar 0.
Gambaran Skor Konflik pada Aspek Empati
|
|
N
|
Mean
|
Std.
Deviation
|
Minimum
|
Maximum
|
|
Skor total skala persepsi aspek
Empati
|
88
|
20.16
|
2.573
|
13
|
24
|
Untuk skala aspek jaminan dengan mean = 20,16 Standar
Deviasi = 2.573 pada taraf kepercayaan 95 % (Z=1.96), sehingga diperoleh
Standar Error pengukuran atau Standar Error Measurement adalah :
Se = 2,
573 √
(1-0,767)
= 2, 573 √ (0,233)
= 2,
573 x 0,44
= 1,23
Gambaran kecermatan skor persepsi
aspek responsivitas adalah ± 1,23. fluktuasi skor menjadi 20,16 ±
1,23 (1.96). Sehingga diperoleh skor aspek
Empati positif yakni X > 21,3 dan dibulatkan menjadi 21 untuk skor aspek
Empati negatif adalah 18,93 yang dibulatkan menjadi 19 dan untuk 21 ≤ X ≤ 19 berada kategori
netral.
Tabel
Kategori Skor Persepsi Terhadap
Aplikasi Dana Qardhul Hasan
Di BPRS Puduarta Insani Tembung
Berdasarkan Aspek Jaminan
|
Kategori Skor Persepsi Terhadap
Aplikasi Dana Qardhul Hasan Di BPRS
Puduarta Insani Tembung Berdasarkan Aspek Jaminan
|
Jumlah
|
Persentase
|
|
Positif
|
32
|
36 %
|
|
Netral
|
32
|
36 %
|
|
Negatif
|
24
|
27 %
|
|
Total
|
88
|
100 %
|
Berdasarkan data tabel diatas, dapat
dilihat bahwa Persepsi Nasabah terhadap Aplikasi Dana Qardhul Hasan di BPRS Puduarta Insani Tembung berdasarkan aspek
Empati yang memiliki persepsi positif adalah sebanyak 32 orang (36 %), netral
32 orang (36 %), dan subjek yang memiliki persepsi negatif sebanyak 24 orang
(27 %).
- Aspek Bukti Fisik terdiri dari 6
(enam) item dengan rentang 0-4 sehingga menghasilkan kemungkinan nilai
tertinggi sebesar 24 dan terendah sebesar 0.
Gambaran Skor Konflik pada Aspek Bukti Fisik
|
|
N
|
Mean
|
Std.
Deviation
|
Minimum
|
Maximum
|
|
Skor total skala persepsi aspek Bukti
Fisik
|
88
|
20.17
|
2.455
|
14
|
24
|
Untuk skala aspek Bukti Fisik dengan mean = 20,16 Standar
Deviasi = 2.573 pada taraf kepercayaan 95 % (Z=1.96), sehingga diperoleh
Standar Error pengukuran atau Standar Error Measurement adalah :
Se = 2,
455 √
(1-0,736)
= 2, 455 √ (0,264)
= 2,
455 x 0,51
= 1,25
Gambaran kecermatan skor persepsi
aspek responsivitas adalah ± 1,25. fluktuasi skor menjadi 20,17 ±
1,25 (1.96). Sehingga diperoleh skor aspek
Empati positif yakni X > 21,4 dan dibulatkan menjadi 21 untuk skor aspek
Empati negatif adalah 18,9 yang dibulatkan menjadi 19 dan untuk 21 ≤ X ≤ 19 berada kategori
netral.
Tabel
Kategori Skor Persepsi Terhadap
Aplikasi Dana Qardhul Hasan
Di BPRS Puduarta Insani Tembung
Berdasarkan Aspek Jaminan
|
Kategori Skor Persepsi Terhadap
Aplikasi Dana Qardhul Hasan Di BPRS
Puduarta Insani Tembung Berdasarkan Aspek Jaminan
|
Jumlah
|
Persentase
|
|
Positif
|
29
|
33 %
|
|
Netral
|
34
|
39 %
|
|
Negatif
|
25
|
28 %
|
|
Total
|
88
|
100 %
|
Berdasarkan data tabel diatas, dapat
dilihat bahwa Persepsi Nasabah terhadap Aplikasi Dana Qardhul Hasan di BPRS Puduarta Insani Tembung berdasarkan aspek
Bukti Fisik yang memiliki persepsi positif adalah sebanyak 29 orang (33 %),
netral 34 orang (39 %), dan subjek yang memiliki persepsi negatif sebanyak 25
orang (28 %).
3.2 Pembahasan
Berdasarkan hasil pengumpulan data
sampel dengan berbagai karakteristik. Karakteristik responden akan dibahas
dibawah ini meliputi: jenis kelamin, agama, pendidikan, pengetahuan tentang
perbankan syariah dan sumber pengetahuan tentang perbankan syariah.
a. Gambaran Subjek
Berdasarkan Jenis Kelamin, dapat dilihat pada tabel IV.2 berikut ini :
Tabel IV.2
Karakteristik
Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
|
No
|
Keterangan
|
Jumlah
|
Presentase
|
|
1.
|
Laki-laki
|
30
|
34 %
|
|
2.
|
Perempuan
|
58
|
66 %
|
|
|
Jumlah
|
88
|
100 %
|
Dari
tabel di atas menunjukkan menunjukkan bahwa jumlah responden paling banyak
adalah perempuan yaitu sebanyak 58 orang (66 %) dan jumlah responden laki-laki
adalah 30 responden (34 %).
b. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Usia
Berdasarkan
usia, penyebaran subjek penelitian dapat digambarkan seperti pada tabel di
bawah ini :
Persentase Subjek
Berdasarkan Usia
|
Usia
|
Jumlah (N)
|
Presentase
|
|
18 – 24 tahun
|
6 orang
|
7 %
|
|
25 – 32 tahun
|
32 orang
|
36 %
|
|
33 – 40 tahun
|
50 orang
|
57 %
|
|
Total
|
88 orang
|
100 %
|
Tabel
di atas menunjukkan persentase subjek berdasarkan usia yang terbanyak adalah
33-40 tahun (57 %), kemudian berusia 25-32 tahun (36 %), sedangkan yang paling
sedikit adalah yang berusia 18-24 tahun (7 %).
c. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan.
Berdasarkan tingkat pendidikan,
penyebaran subjek penelitian dapat digambarkan seperti pada tabel di bawah ini
:
Tabel IV.4
Gambaran Subjek
Berdasarkan Tingkat Pendidikan
|
Tingkat Pendidikan
|
Jumlah (N)
|
Presentase
|
|
SMA/SMK
|
16
|
18 %
|
|
Diploma
|
22
|
25 %
|
|
S-1
|
50
|
57 %
|
|
Total
|
88
|
100%
|
Sumber
: Data diolah
Tabel
diatas menunjukkan subjek dengan tingkat pendidikan S-1 lebih banyak, yaitu 50
orang (57 %), kemudian tingkat Diploma 22 orang (25 %), kemudian tingkat
pendidikan SMA/SMK sebanyak 16 orang (18 %).
d. Gambaran Subjek Berdasarkan Tingkat Penghasilan
Berdasarkan
tingkat penghasilan, penyebaran subjek penelitian dapat digambarkan seperti
pada tabel di bawah ini :
Persentase Subjek
Berdasarkan Tingkat Penghasilan
|
Jenis Kelamin
|
Jumlah (N)
|
Presentase
|
|
500 ribu – 1 Juta
|
42 orang
|
48 %
|
|
1,1 Juta – 1,6 Juta
|
14 orang
|
16 %
|
|
1,7 Juta – 2,1 Juta
|
11 orang
|
12,5 %
|
|
2,2 Juta – 2,6 Juta
|
11 orang
|
12,5 %
|
|
2,7 Juta – 4 Juta
|
10 orang
|
11 %
|
|
Total
|
88 orang
|
100 %
|
Tabel di atas menunjukkan subjek dengan
tingkat penghasilan 500 ribu-1 Juta lebih banyak, yaitu 42 orang (48 %),
kemudian tingkat penghasilan 1,1-1,6 Juta sebanyak 14 orang (16 %), kemudian
tingkat penghasilan 1,7 Juta-2,1 Juta dan Tingkat penghasilan 2,2 Juta-2,6 Juta
masing-masing 11orang (12,5 %), sedangkan subjek dengan tingkat penghasilan
2,7-4 Juta adalah paling sdikit yaitu 10 orang (11 %).
e. Gambaran Subjek Berdasarkan Pelaku pembiayaan
Berdasarkan
tingkat pelaku, penyebaran subjek penelitian dapat digambarkan seperti pada
tabel di bawah ini :
Persentase Subjek
Berdasarkan Pelaku Pembiayaan
|
Pelaku pembiayaan
|
Jumlah (N)
|
Presentase
|
|
Konsumtif
|
80 orang
|
91 %
|
|
Produktif
|
8 orang
|
9 %
|
|
Total
|
88 orang
|
100 %
|
Tabel di atas menunjukkan subjek dengan
pelaku pembiayaan konsumtif sebanyak 80 orang (91 %), sedangkan produktif
sebanyak 8 orang (9 %).
4.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian melalui analisis data
dapat disimpulkan bahwa persepsi nasabah
terhadap aplikasi dana qardhul hasan di
BPRS Puduarta Insani Tembung dapat dijawab dengan kesimpulan sebagai berikut :
1.
Dari 88 subjek
penelitian, Persepsi Nasabah Terhadap Aplikasi Dana Qardhul Hasan Di BPRS Puduarta Insani Tembung yang paling banyak
dimiliki adalah persepsi positif (berjumlah 45 orang yaitu 51 %), daripada
persepsi negatif (berjumlah 32 orang (36 %), maupun persepsi netral yaitu 11
orang (12 %).
2.
Berdasarkan
Penerima Pembiayaan, subjek penelitian sama-sama memiliki persepsi positif
yaitu 45 orang (51 %), dibandingkan persepsi negatif 32 orang (37 %), sedangkan
persepsi netral 11 orang (13 %).
3.
Berdasarkan Jenis
Kelamin, subjek penelitian yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan
sama-sama memiliki persepsi positif yang lebih banyak yaitu 45 orang (51 %)
dengan rincian 11 orang perempuan (12%)
dan 34 orang laki-laki (39 %), dibandingkan persepsi negatif 32 orang (35 %)
dengan rincian 15 orang perempuan dan 17 orang laki-laki (19 %), , sedangkan
persepsi netral 11 0rang (12 %) dengan rincian 4 orang perempuan (4 %) dan 7
orang laki-laki (8 %).
4.
Berdasarkan
tingkat pendidikan, subjek penelitian yang memiliki persepsi positif yaitu 45
orang (51 %), dibandingkan persepsi negatif 32 orang (35 %), sedangkan persepsi
netral 17 orang (19 %).
5.
Berdasarkan
Tingkat Pendapatan, subjek penelitian yang memiliki persepsi positif yaitu 45
orang (51 %), dibandingkan persepsi negatif 32 orang (35 %), sedangkan persepsi
netral 11 orang (12 %).
6.
Berdasarkan
Tingkat Usia, subjek penelitian yang memiliki persepsi positif yaitu 45 orang
(51 %), dibandingkan persepsi negatif 32 orang (35 %), sedangkan persepsi
netral 11 orang (12 %).
7.
Persepsi terhadap
Aplikasi Dana Qardhul Hasan di BPRS
Puduarta Insani berdasarkan aspek reliabilitas yang memiliki persepsi positif
yaitu 21 orang (24 %), netral 43 orang (49 %), dan subjek yang memiliki
persepsi negatif sebanyak 24 orang (27 %).
8.
Persepsi terhadap
Aplikasi Dana Qardhul Hasan di BPRS
Puduarta Insani berdasarkan aspek responsivitas yang memiliki persepsi positif
yaitu 23 orang (26 %), netral 31 orang (35 %), dan subjek yang memiliki
persepsi negatif sebanyak 34 orang (39 %).
9.
Persepsi terhadap
Aplikasi Dana Qardhul Hasan di BPRS
Puduarta Insani berdasarkan aspek jaminan yang memiliki persepsi positif yaitu
27 orang (31 %), netral 32 orang (36 %), dan subjek yang memiliki persepsi
negatif sebanyak 24 orang (27 %).
10. Persepsi terhadap Aplikasi Dana Qardhul Hasan di BPRS Puduarta Insani berdasarkan aspek bukti fisik
yang memiliki persepsi positif yaitu 29 orang (26 %), netral 34 orang (35 %),
dan subjek yang memiliki persepsi negatif sebanyak 25 orang (28 %).
5.
SARAN
Berdasarkan kesimpulan di atas, dapat dikemukakan beberapa saran yang
kiranya dapat bermanfaat bagi BPRS Puduarta Insani (PT. BPR Syariah) Medan,
sebagai
berikut :
- Hendaknya
lebih memperhatikan pengenalan/promosi keberadaan
BPRS Al Washliyah,
karena hal
ini merupakan unsur utama yang
diinginkan oleh
nasabah pembiayaan Qardhul Hasan dan membawa
image yang baik bagi perbankan
syariah.
- Hendaknya staf
diberikan
kursus-kursus mengenai
perbankan
syariah
agar lebih cerdas
dalam
melayani
nasabah yang sangat minim
dalam
hal pengetahuan mereka tentang
perbankan syariah sehingga tidak
terdapat anggapan
bahwa bank syariah sama saja dengan bank konvensional.
- Hendaknya BPRS
Puduarta
Insai lebih menekankan
prospek suatu usaha berdasarkan studi kelayakan yang dilakukan,
bukan sekedar penetapan
jaminan
kolateral yang akan memberatkan nasabah,
bahkan jaminan harus meringankan Sehingga bagi nasabah yang ketiadaan jaminan namun memiliki prospek usaha yang baik
harus tetap diperhatikan.
- Peran aktif BPRS
dalam ikut
mendorong perkembangan usaha kecil
harus terus ditingkatkan, antara
lain melalui peningkatan pemahaman
dan sosialisasi
kepada masyarakat.
Pemahaman yang
akan mampu
meningkatkan
permintaan masyarakat
pembiayaan Qardhul Hasan.
DAFTAR PUSTAKA
Adiwarman
Karim, Ir., SE, MBA, MAEP, Bank Islam,
(Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada, 2004).
Kadim Sadr, Money And Monetary Policies In Early Islam, Dalam Abbas Mirakhor
Dan Baqir Al-Hasani, Essay On Iqtisad : An
Islamic Approach To Economic Problems, (Silver Spring : Nur Copr., 1989).
Karnaen Perwataatmadja, Drs. H. MPA, H.
Muhammad Syafi’i Antonio, M.Ec, Apa
Dan Bagaimana Bank Islam, (Yogyakarta:Dana Bhakti Wakaf, 1992).
Karl
E. Case & Ray C. Fair, Prinsiple of Macroeconomics, (New
Jersey: Prentice Hall 1990).
Kasmir, SE,MM, Manajemen Perbankan, (Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada, 2003,
Edisi I)
Kasmir, SE,MM, Bank & Lembaga Keuangan Lainnya, (Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada,
, 2005, Edisi Keenam)
Lembaga Pendidikan & Pengembangan Bank Syariah, Program Belajar Sendiri Perbankan Syariah,
(Program Belajar Sendiri – Bank Muamalat Indonesia, 2000)
Mahmud
Abu Saud, Garis-garis Besar Ekonomi Islam, terj. Achmad Rais,
(Jakarta : Gema Insani Press 1996).
Muhammad Abdul Mannan, Teori dan
Praktek Ekonomi Islam, (Yogyakarta: PT Dana Bhakti Wakaf,
1997).
Sudi Haron, Prinsip Dan Operasi Perbankan Islam, (Kuala Lumpur : Berita
Publishing Sdn Bhd, 1996).
Tim Asistensi Pengembangan
LKS Bank Muamalat, Perbankan Syariah Perspektif Praktisi,
(Jakarta: Muamalat Institut 1999).
Warkum
Sumitro, SH, MH, Asas-asas Perbankan
Islam dan Lembaga-Lembaga Terkait, (Jakarta:PT. Rajagrafindo Persada,
1997).
Zainul Arifin, Memahami Bank Syariah ; Lingkup, Peluang,
Tantangan Dan Prospek, (Jakarta:
ALVABET, 2000).
[1]
Zainul Arifin, Memahami Bank Syariah ;
Lingkup, Peluang, Tantangan Dan Prospek, (Jakarta:
ALVABET, 2000) h. 129
[2] Zuhaili Wahbah, Dr, Fiqh Muamalah Perbankan Syariah,
Beirut : Daar al-Fikr, 1999 Khir, Gupta,&
Shanmugam, 2008:231.
[4]
Sudarsono,
Heri. Bank dan Lembaga Keuangan Syari’ah, Deskripsi dan
Ilustrasi, Yogyakarta: PT Ekonosia, 2003
[6]
Sekaran Uma, Metodologi Penelitian untuk Bisnis, (Jakarta : Salemba Empat, 2000), h. 251.
[8]
Hurlock,
E.
Psikologi
Perkembangan:
Suatu Pendekatan
Rentang Kehidupan
(Jakarta: Erlangga, 1980), h. 70
[9] Sukandarrumidi, Metode Penelitian: Petujuk Praktis untuk Penelitian Pemula, (Yogyakarta:
Gadjah Mada University Press, 2006), h.
56.
[10] Saifuddin Azwar, Penyusunan Skala Psikologi, (Yogyakarta:Pustaka Pelajar, 2005), h.23
[12]
Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS, (Semarang:UNDIP,
2001), h. 140.
Komentar
Posting Komentar