Langsung ke konten utama
PERSEPSI NASABAH TERHADAP APLIKASI DANA QARDHUL HASAN
DI BPRS PUDUARTA INSANI TEMBUNG

Muhammad Abrar Kasmin Hutagalung

Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Potensi Utama
Jl. K.L Yos Sudarso Km. 6.5 No. 3-A Tanjung Mulia Medan Telp : (061) 6640525

Salah satu bank penyedia fasilitas pembiayaan qardhul hasan adalah BPRS Puduarta Insani. BPRS ini tepatnya berada di Jalan Pekan Raya No. 13 A Tembung. Pemilihan BPRS Puduarta Insani sebagai objek penelitian dengan pertimbangan BPRS ini merupakan salah satu lembaga keuangan bank yang diharapkan akan mampu menjangkau lapisan masyarakat golongan ekonomi menengah ke bawah yang dalam operasinya juga melakukan pembiayaan pada sektor usaha kecil dengan harapan para pengusaha kecil mampu mengembangkan usahanya melalui pembiayaan Qardhul Hasan yang telah disalurkan. Adapun jumlah nasabah pembiayaan qardhul hasan sebanyak 30 orang dengan sosialisasi jumlah dana sebesar Rp.184.597.000,-.
Dari penelitian melalui hasil angket dan kuesioner yang disebar, hasil Uji validitas terhadap 4 item (karakteristik qardhul hasan, service, akuntabilitas, dan users) dari 28 pertanyaan persepsi nasabah terhadap aplikasi dana qardhul hasan di BPRS Puduarta Insani Tembung dinyatakan valid, karena r hitung (minimum 0,44 dan maksimum 0,614) > r tabel (0,361) untuk karakteristik qardhul hasan. Untuk service diperoleh r hitung (minimum 0,513 dan maksimum 0,684) > r tabel (0,361). Untuk akuntabilitas diperoleh r hitung (minimum 0,556 dan maksimum 0,815) > r tabel (0,361). Sedangkan untuk users diperoleh r hitung (minimum 0,480 dan maksimum 0,753) > r tabel (0,361). Adapun nilai reliabilitas karakteristik qardhul hasan 0,804, Untuk service diperoleh 0,681, Untuk akuntabilitas diperoleh 0,681, Sedangkan untuk users diperoleh 0,683. Nilai reliabilitas instrumen tersebut menunjukkan tingkat reliabilitas instrumen penelitian sudah memadai karena sudah mendekati 1 (> 0,60).
Sedangkan nilai rata-rata hitung (mean) untuk karakteristik qardhul hasan diperoleh adalah 124, 857 maka mean sebesar 4,162 termasuk kategori interval “Tinggi”. Dengan demikian persepsi nasabah terhadap karakteristik qardhul hasan sangat baik. Untuk service diperoleh adalah 124,2 maka mean sebesar 4,13 termasuk kategori interval “Tinggi”. Dengan demikian persepsi nasabah terhadap pelayanan yang diberikan BPRS Puduarta Insani Tembung  kepada pelanggan sudah sangat baik. Untuk akuntabilitas diperoleh adalah 125,4 maka mean sebesar 4,17 termasuk kategori interval “Tinggi”. Dengan demikian persepsi nasabah terhadap akuntabilitas sangat baik. Sedangkan untuk users diperoleh adalah 126, 33 maka mean sebesar 4, 2 termasuk kategori interval “Tinggi”. Dengan demikian persepsi nasabah terhadap users sangat baik. Dari semua pernyataan dan penghitungan yang dilakukan oleh peneliti dapat disimpulkan bahwa persepsi nasabah terhadap aplikasi dana qardhul hasan di BPRS Puduarta Insani Tembung adalah sangat baik.

Kata Kunci : Persepsi, nasabah, Qardhul Hasan

 

ABSTRACT

One of the finance facilities provided bank qardhul hasan is BPRS Puduarta Insani. BPRS this its correct is at Fair Road No. 13 a. Cudgels. BPRS Puduarta Insani's elect as object of research with consideration BPRS this constitutes one of expected bank financial institution will can reach economic faction society coat intermediates downwards which in its operation also do finances on sectorallies small enterprise with expectation little entrepreneur can develop its effort via finances Qardhul Hasan  already been channelled. There is amount even finances client qardhul hasan as much 30 person with socialization foots up to lent fund as big as Rp.184.597.000,-.
Research found qardhul hasan finance,  resulted Tests validity to 4 item and 28 question was declared for by valid, since r computing (minimum 0,44 and maximum 0,614) > r table (0,361) for characteristic qardhul hasan . To service gotten r computing (minimum 0,513 and maximum 0,684) > r table (0,361). To akuntabilitas   gotten r computing (minimum 0,556 and maximum 0,815) > r table (0,361). Meanwhile for users gotten r computing (minimum 0,480 and maximum 0,753) > r table (0,361). There is point even reliabilitas characteristic qardhul hasan 0,804  ,  To service gotten 0,681, To akuntabilitas   gotten 0,681, Meanwhile for users gotten 0,683. reliabilitas's point that instrument point out reliabilitas's zoom research instrument have is equal to since have approached 1(> 0,60). 
Meanwhile computing average value (mean) for characteristic qardhul hasan gotten is 124, 857 therefore mean as big as 4,162 included interval category “ High”. Client perception thus to characteristic qardhul hasan very good. To service gotten is 124,2 therefore mean as big as 4,13 included interval category “ High”. Client perception thus to service that given by BPRS Puduarta Insani Tembung to customer was pretty good. To akuntabilitas   gotten is 125,4 therefore mean as big as 4,17 included interval category “ High”. Client perception thus to akuntabilitas   very good. Meanwhile for users gotten is 126, 33 therefore mean as big as 4, 2 included interval category “ High”. Client perception thus to users very good. Of all statement and extrapolation that did by researcher gets to be concluded that client perception for application to lent fund qardhul hasan at BPRS Puduarta Insani Tembung is very good.


keywords : perception,costumer, Qardhul Hasan













1.      PENDAHULUAN

Keunggulan lain dari bank syariah adalah pengalamannya selama krisis ekonomi. Prinsip  risk sharing (berbagi resiko)  dan profit and loss sharing  (bagi hasil),   sebagaimana   terdapa pada   sistem   bank   berdasarka prinsip   syariah, merupakan suatu prinsip yang dapat berperan meningkatkan ketahanan satuan-satuan ekonomi. Dalam hal ini, prinsip bagi hasil atau berbagi resiko antara pemilik dana dan pengguna dana sudah diperjanjikan secara jelas dari awal, sehingga jika terjadi kesulitan usaha karena krisis ekonomi misalnya, maka risiko kesulitan usaha tersebut otomatis ditanggung bersama oleh pemilik dana dan pengguna dana. Dengan demikian, kesulitan ekonomi akan terasa relatif lebih ringan dan badan usaha secara individual, dan dengan  demikian kebangkitan kembali ekonomi dapat diharapkan berlangsung lebih cepat.[1]
Dalam menjalankan usahanya, bank syariah menawarkan produk-produk seperti produk penyaluran dana contohnya Murabahah, Salam, Istisna, Ijarah, Syirkah ,Rahn, Qardh, Wakalah, dan Kafalah, produk penghimpun dana contohnya prinsip wadi’ah dan prinsip Qardhul Hasan serta Produk Jasa contohnya sharf dan Ijarah.
Dari banyaknya tawaran-tawaran produk-produk dan jasa-jasa yang berpedoman pada prinsip-prinsip syariah pada bank syariah, pembiayaan Qardul Hasan  yang menjadi produk  yang dibicarakan  saat ini. Dikarenakan pembiayaan Qardhul Hasan ini merupakan produk yang dinanti bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan dana dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari ataupun juga bagi pengusaha kecil  yang  memiliki  peluang untuk  berkembang tetapi  tidak  memiliki modal yang cukup untuk mengembangkan usahanya.
Secara epistimologi kata qardhul berasal dari qard berarti memotong. Dikatakan demikian karena harta tersebut benar-benar dipotong apabila diberikan kepada peminjam. Berdasarkan hadis Nabi Saw, pemberian pendahuluan pinjaman dengan cara al-qard lebih berkenan bagi Allah dari pada memberi sodaqoh. Ini merupakan keterangan yang sah dan tidak perlu diragukan lagi, serta merupakan sunah Nabi Saw dan ijma’ ulama. Secara terminologi, Qardhul Hasan (benevolent loan) ialah suatu pinjaman yang diberikan atas dasar kewajiban sosial semata, dalam hal ini si peminjam tidak dituntut untuk mengembalikan apa pun kecuali pinjaman. Sifat dari Qardhul Hasan ini ialah tidak memberi keuntungan financial.[2]
Adapun pengertian Qardhul Hasan menurut Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Bank Syariah adalah suatu pembiayaan lunak yang diberikan bank kepada nasabah yang dianggap layak menerima, dengan prioritas bagi pengusaha kecil yang potensial, akan tetapi tidak mempunyai modal apapun selain kemampuan berusaha, serta perorangan lainnya yang berada dalam keadaan terdesak. Penerima pembiayaan (nasabah) tidak dituntut untuk mengembalikan apapun kecuali modal pokok   pembiayaa denga kata   lain   penerima   pembiayaa (nasabah)   hanya diwajibkan mengembalikan pokok pembiayaan pada saat jatuh tempo. Namun demikian peminjam (nasabah) atas kehendaknya sendiri dapat menambah secara sukarela sebagai tambahan tertentu pada waktu mencicil atau melunasi pembiayaan diatas pembayaran yang seharusnya, sebagai tanda terima kasih.
Qardhul Hasan adalah merupakan ciri pembeda bank syariah dengan bank konvensional dimana suatu perjanjian antara bank sebagai pemberi pinjaman dengan nasabah  sebagai  penerima  pinjaman,  baik  berupa  uanmaupun  barang  tidak dilakukan persyaratan adanya tambahan atau biaya apapun dari pihak bank syariah. Peminjam (nasabah) hanya berkewajiban mengembalikan uang atau barang yang dipinjam pada waktu yang disepakati bersama, dengan jumlah yang sama dengan pokok pinjaman. [3]

Qardhul Hasan merupakan akad tabarru’ (gratutitous contract) yaitu adalah segala macam perjanjian yang menyangkut not-for profit transaction (transaksi nirlaba). Transaksi ini pada hakikatnya bukan transaksi bisnis untuk mencari keuntungan  komersil.  Akad  tabarru’  dilakukan  dengan  tujuan  tolong-menolong dalam rangka berbuat kebaikan (tabarru’ berasal dari kata birr dalam bahasa Arab, yang artinya kebaikan). Dalam akad tabarru’, pihak yang berbuat  kebaikan tersebut tidak berhak mensyaratkan imbalan apapun kepada pihak lainnya. Imbalan dari akad tabarru’ adalah dari Allah SWT, bukan dari manusia. Namun demikian, pihak yang berbuat kebaikan tersebut boleh meminta kepada counter-part-nya untuk sekedar menutupi biaya (cover the cost) yang dikeluarkannya untuk dapat melakukan akad tabarru’ tersebut. Namun ia tidak boleh sedikitpun mengambil laba dari akad tabarru‟ itu.[4]
Fasilitas Qardhul Hasan ini diberikan kepada mereka yang memerlukan pinjaman konsumtif jangka pendek untuk tujuan-tujuan yang sangat urgen dan mendesak. Selain itu juga diberikan kepada para pengusaha kecil yang kekurangan dana, tetapi memiliki prospek bisnis yang sangat baik.[5]
Dasar hukum Qardhul Hasan adalah al-Quran surat al-Baqarah ayat 245:
Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan sebaik-baiknya.”
Bank  sebagai  pemberi  pinjaman  tidak  diperbolehkan  meminta  peminjam untuk membayar lebih dari jumlah pokok pinjaman, akan tetapi bank dibenarkan  untuk menerima kelebihan pembayaran secara sukarela dari peminjam sebagai tanda terima kasih yang besarnya tidak ditentukan sebelum akad, ini hukumnya sunnah.
Tujuan utama pembiayaan Qardhul Hasan adalah untuk menolong peminjam yang berada dalam keadaan terdesak, baik untuk hal-hal yang bersifat konsumtif maupun produktif. Peminjam dipilih secara selektif dan hati-hati terutama kepada peminjam yang dinilai jujur dan mempunyai reputasi baik. Dana ini berasal dari dana zakat, infak dan sedekah yang dititipkan di bank.
Kehadirapembiayaan  Qardhul  Hasan  di  bank syariah  ini  memiliki misi khusus yaitu misi sosial dan bisnis yang membuatnya harus dikelola ekstra ketat. Sistem perbankan syariah merupakan konsep alternatif yang merupakan usaha untuk menjawab tantangan kebutuhan pembiayaan guna membangun pemgembangan usaha dan ekonomi masyarakat.
Meningkat  tidaknya  permintaan  nasabah  akan  pembiayaan  akan  terkait dengan pola pemahaman mereka terhadap prinsip syariat Islam yang ada dalam diri perbankan Islam itu sendiri. Dalam hal ini BPRS Puduarta Insani sebagai bank Islam adalah bank yang dalam beroperasinya mengikuti ketentuan-ketentuan syariat Islam, khususnya yang menyangkut tata cara bermuamalat secara Islam. Dalam tata cara itu hendaknya dijauhi praktek-praktek yang dikhawatirkan mengandung unsur riba untuk diisi dengan kegiatan-kegiatan investasi atas dasar bagi hasil dan pembiayaan.
Melalui prinsip syariaIslam ini, akan membimbing umat manusia dalam segala aspek kehidupan. Dengan demikian, interaksi nilai-nilai syariat Islam ke dalam interaksi-interaksi  ekonomi,  seperti  BPRS  Puduarta  Insani,  dapat  merealisasikan nilai-nilai kemanusian dalam semua utusan ekonomi masyarakat.
Hadirnya BPRS yang beroperasi di pedesaan maupun perkotaan diharapkan mampu untuk menjangkau masyarakat paling bawah dalam penghimpunan dan penyaluran dana melalui pembiayaan sehingga diharapkan BPRS turut berperan katif dalam pengembangan ekonomi masyarakat.
Sebagai objek penelitian dalam penelitian ini adalah BPRS Puduarta Insani yang telah beroperasi sejak tanggal 18 Juni 1996 beralamat di Jalan Pekan Raya No. 13  A  Tembung,  Kecamatan  Percut  Sei  tuan,  Kabupaten  Deli  Serdang.  Dalam

operasionalnya  BPRS  ini  melaksanakan  transaksi-transaksi  perbankannya berdasarkan syariah Islam dengan menjauhi praktek-praktek yang dikhawatirkan mengandung riba untuk diisi dengan kegiatan investasi atas dasar prinsip syariah.
Walaupun tergolong baru BPRS syariah,  BPRS Puduarta Insani Tembung telah  menawarkan  produk-produk  yanberpedoman  pada  prinsip-prinsip  syariah Islam antara lain pengerahan dana masyarakat seperti tabungan wadi”ah, tabungan mudaraba da deposito.   Juga   penyalura dana   kepada   masyaraka seperti pembiayaan murabahah, istisna, ijarah, salam, rahn, qardh dan Qardhul Hasan.
Jumlah nasabah pembiayaan di BPRS Puduarta Insani Tembung pada tahun 2009   adalah   706   orang  nasabah   dengan   realisasi   pembiayaa sebanyak   Rp. 20.21.000.000,- (Dua puluh Milyar Dua Puluh Satu Juta Rupiah). Dari total realisasi pembiayaan hanya sekitar Rp. 147.310.000,- (Seratus Empat Puluh Tujuh Juta Tiga Ratus Sepuluh Ribu Rupiah).
Walaupun jumlah realisasi pembiayaan qardhul hasan belum maksimal, akan tetapi sebagai  sebuah  bank  syariah  yang diharapkan  lebih  aktif ikut  serta dalam mendorong ekonomi  umat,  khususnya masyarakaekonomi  menengah  ke bawah, BPRS Puduarta Insani telah memainkan peranannya dalam masyarakat dengan membuka pembiayaan dalam bentuk Qardhul Hasan. Walaupun jumlah dana yang direalisasikan pada pembiayaan Qardhul Hasan yang masih tergolong sedikit, tetapi hal ini sangat berarti bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan dana dalam memajukan usaha mereka dan memenuhi kebutuhan mereka melalui fasilitas pembiayaan yang disediakan BPRS ini.
Bila dilihat dari jumlah dana yang terealisasi memang belum optimal, hal ini disebabkan karena sulitnya menemukan standar kejujuran oleh bank yang harus diterapkan  oleh  nasabah.  Dengan  adanya  prilaku  manusia  yang  beraneka  ragam, maka tidak tertutup kemungkinan adanya prilaku mereka  yang menyimpang dari tujuan awalnya setelah mendapatkan pembiayaan dari bank. Tidak adanya konsistensi dalam menjalankan usaha dan kurangnya tingkat keimanan yang dimiliki nasabah dapat menjadi salah satu penyebab penyimpangan ini terjadi. Perilaku penyimpangan inilah  yang  membuabank  ragu  dalam  memberikan  pembiayaan  Qardhul  Hasan kepada nasabahnya, sehingga memerlukan kehati-hatian di dalamnya. Maka tidak heran jika ada Bank Perkreditan Rakyat Syariah yang tidak menetapkan pembiayaan Qardhul Hasan sebagai salah satu jenis pembiayaannya, walaupun tidak dapat dipungkiri bahwa pembiayaan jenis ini akan sangat membantu perekonomian masyarakat yang membutuhkannya.
Berdasarkan   uraian   di   atas,   peneliti   meras tertarik   untuk   melakukan penelitian terhadap Aplikasi dana Qardhul Hasan di BPRS Puduarta Insani Tembung (BPRS al-Washliyah) tersebut yang dituangkan dalam bentuk karya ilmiah (tesis) dengan judul   PERSEPSI NASABAH TERHADAP APLIKASI DANA QARDHUL HASAN DI BPRS PUDUARTA INSANI TEMBUNG”.
Setelah diketahui permasalahan sebagaimana yang telah dikemukakan di atas dapat diidentifikasi suatu permasalahan yang menjadi dasar penelitian ini yaitu :
1.      Untuk mengetahui lebih jelas mengenai Persepsi Nasabah Terhadap BPRS Puduarta Insani Tembung.
2.      Untuk mengetahui Persepsi Nasabah Terhadap Aplikasi Dana Qardhul Hasan Di BPRS Puduarta Insani Tembung.

Sesuai dengan identifikasi masalah yang ditemukan peneliti, dalam hal ini peneliti melakukan penelitian pada Persepsi Nasabah Terhadap Aplikasi Dana Qardhul Hasan Di BPRS Puduarta Insani Tembung.


Dari identifikasi masalah yang telah dikemukakan, dapat dirumuskan suatu masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana Persepsi Nasabah Terhadap Aplikasi Dana Qardhul Hasan Di BPRS Puduarta Insani Tembung.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam membangun minat masyarakat menggunakan produk-produk bank syari’ah dengan memfokuskan pada persepsi tentang bank syari’ah dan memberikan informasi serta masukan kepada para praktisi perbankan syari’ah mengenai persepsi masyarakat terhadap bank syari’ah dalam menentukan kebijakannya


2.      METODE PENELITIAN

2.1    Pendekatan Penelitian
Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif analitik, yaitu dengan mendeskripsikan objek yang akan diteliti berdasarkan fakta atau data yang tampak atau sebagaimana adanya. Untuk memberikan bobot yang lebih tinggi pada metode ini, maka data atau fakta yang ditemukan akan dianalisa dan disajikan secara sistematik hingga mudah dipahami dan disimpulkan.[6]
Dimensi waktu dalam penelitian ini adalah cross sectional, karena data hanya dikumpulkan satu kali dalam satu periode untuk menjawab pertanyaan penelitian. Artinya pengambilan data dilakukan atas pertimbangan waktu tertentu dan hanya dilakukan satu kali saja.

2.2    Lokasi dan Waktu Penelitian
1.    Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas : obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari  dan  kemudian  ditarik kesimpulannnya.[7] Populasi  dalam  penelitian  ini adalah nasabah pembiayaan dengan karakteristik sebagai berikut :
a.       Nasabah BPRS Puduarta Insani Tembung. Diasumsikan nasabah tersebut secara langsung berhubungan dengan  pembiayaan yang ditawarkan dan diberikan oleh BPRS Puduarta Insani.
b.      Berusia 18 40 tahun. Kohlberg menyatakan bahwa pada usia ini sikap mulai terinternalisasi dan secara mandiri individu menentukan sendiri nilai dan norma yang  dianut  (tidak  berdasarkan  harapan  orang  tua  dan  teman  sebaya  lagi). Diasumsikan, pada masa ini individu lebih aktif dan berada dalam tahap sosial yang lebih luas dibandingkan usia dewasa lainnya.
c.       Berpendidikan minimal lulusan SMA/sederajat. Diasumsikan dengan pendidikan minimaSMA/sederajat  sampel  dapat  memahami  pernyataan  yanada dalam setiap item.


Sampel adalah bagian dari dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan metode non probability sampling yaitu dengan convenience sampling. Metode convenience sampling melibatkan pengumpulan informasi dari anggota yang berada dalam populasi yang dapat memberikan informasi yang dibutuhkan.[8]


Jumlah sampel dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan jumlah populasi yang ada dengan menggunakan rumus yang diformulasikan oleh Yamane,[9] yaitu :
n = N     
      1 NE2

Dengan keterangan  : n = jumlah sampel

N = jumlah populasi

E = margin of error (10 %)

Berdasarkan jumlah populasi yang diketahui dari data internal BPRS Puduarta Insani   Tembung   tahun   2009,   diperoleh   data   jumlah   populasi   706   nasabah pembiayaan, maka dapat ditentukan jumlah sampel sebagai berikut :
n =      N
     1  NE 2

n =         706
       1  706 0.12

n = 87, 5 pembulatan menjadi 88 jiwa

       Mengikuti formula di atas, maka didapat jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 88 orang subjek, jumlah ini diharapkan dapat mewakili karakteristik dan sifat- sifat populasinya.

2.3    Data dan Sumber Data
Dalam penelitian ini sumber data yang digunakan berasal dari sumber eksternal, yaitu sumber data yang diperoleh langsung dari penelitian.  Sedangkan data yang digunakan dalam analisis adalah:
1.    Data primer, merupakan sumber data penelitian yang langsung diperoleh dari sumber asli atau tidak melalui perantara dan secara khusus dikumpulkan oleh peneliti untuk menjawab pertanyaan penelitian. Data primer dalam penelitian ini adalah jawaban responden atas pernyataan-pernyataan dari kuestioner yang disebarkan, wawancara (interview) kepada pihak-pihak yang dianggap potensial dalam memberikan informasi yang dianggap penting dalam pengumpulan data dalam   penelitian   ini   serta  observasi   langsung  dengan   sistematis   terhadap fenomena-fenomena yang diselidiki.
2.    Data sekunder, merupakan sumber data penelitian yang diperoleh atau dicatat oleh pihak lain. Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari sumber lain, diantaranya dari jurnal, artikel, buku, skripsi terdahulu, dan instansi yang terkait atau yang erat hubunganya dengan penelitian ini.

2.4    Definisi Operasional
Yang akan diukur dalam penelitian ini adalah persepsi nasabah terhadap aplikasi  dana  qardhul  hasan  di  BPRS  Puduarta  Insani  Tembung  diukur  dengan menggunakan kuesioner yang dikembangkan oleh Yaya dan Hameed yang berisi dua bagian,  yaitu  bagian  A  berisi  informasi  dari  responden  dan  bagian  B  berisi pernyataan responden tentang qardhul hasan.
Instrumen penelitian berupa persepsi nasabah terhadap aplikasi dana qardhul hasan di BPRS Puduarta Insani Tembung, diskenariokan dalam pertanyaan- pertanyaan berikut ini:
1. Karakteristik Qardhul Hasan
Karakteristik qardhul hasan sebagai pembeda antara lembaga keuangan syariah  dengan  lembaga  keuangan  konvensionalPernyataatentang karakteristik BPRS terdiri dari 7 item dan terdapat pada item No: 1–7.
2. Service (pelayanan) Pembiayaan qardhul hasan
Service (pelayanan) yang diberikan BPRS kepada nasabah akan pembiayaan qardhul hasan. Pernyataan tentang pelayanan pembiayaan qardhul hasan  terdiri dari 10 item dan terdapat pada item No: 8-17.
3. Akuntanbilitas
Pelaporan keuangan lembaga keuangan dalam perspektif Islam lebih lengkap bila dibandingkan dengan lembaga keuangan konvensional. Pernyataan tentang akuntabilitas perbankan syariah terdiri dari 5 item dan terdapat pada item No: 18-22.
4. Users Qarhul Hasan
Qardhul hasan merupakan produk yang diminati oleh masyarakat. Pernyataan tentang users qardhul hasan terdiri dari 6 item dan terdapat pada item No: 23-28. Persepsi responden diukur menggunakan skala likert lima poin diskenariokan dalam dua bagian, dengan skor sebagai berikut:
aBagian Item 1-22
     Skor 5       : sangat setuju
     Skor 4       : setuju
     Skor 3       : ragu-ragu
     Skor 2       : tidak setuju
                   Skor 1       : sangat tidak setuju

2.5              Teknik Pengumpulan Data
Alat ukur merupakan metode pengumpulan data dalam kegiatan penelitian yang mempunyai tujuan  untuk mengungkap fakta terhadap variabel  yang diteliti, dengan cara questionnaire, skala, interview, observasi, test, eksperimen, dan lainnya yang  memiliki  dasar-dasar  yang  beralasan.   Alat  ukur  yang  digunakan  dalam penelitian ini adalah skala psikologis yang berdasarkan pada laporan-laporan diri.[10]
Sebelum   peneliti   merancang   penulisa item/soal,   maka   peneliti   harus membuat blue print terlebih dahulu. Blue print berupa tabel yang memuat sekaligus uraian tes dan tingkat kompetensi yang akan diungkapkan pada setiap bagian isi. Blue print akan menjadi pegangan yang sangat membantu sewaktu penulisan item berlangsung sebagai suatu pedoman yang akan menjaga agar penulisan itm tetap terarah pada tujuan pengukuran tes dan tidak keluar dari batasan isi.
Skala persepsi nasabah terhadap aplikasi dana Qardhul Hasan disusun seperti yang dapat dilihat pada Tabel 3.1.
Table 3.1
Blue Print Skala Persepsi terhadap Aplikasi Dana Qardhul Hasan
Pertanyaan
Mendukung
Tidak mendukung
Total
Karakteristik qardhul hasan
1,2,3,4,5
6,7
7
Servis
11,12,13,14,15
8,9,10,16,17
10
Akuntabilitas
21,22
18,19,20
5
Users
23,24,25
26,27,28
6
Total
15
13
28

Blue   print   tabel   3.1   menunjukka bahwa   persepsi   diukur   dengan menggunakan dua pernyataan, mendukung dan tidak mendukung. Jumlah pertanyaan yang diberikan sebanyak 28 pertanyaan . Selanjutnya digambarkan bobot nilai yang
diberikan pada setiap soal (table 3.1)

Tabel 3.2
Bobot nilai pernyataan Skala


Pertanyaan
Skor
1
2
3
4
5
Mendukung
Sangat Tidak setuju
Tidak setuju
Ragu-ragu
Setuju
Sangat setuju
Tidak mendukung
Sangat setuju
Setuju
Ragu-ragu
Tidak Setuju
Sangat tidak setuju

Bobot  penilaian  untuk  pernyataan  mendukunyaitu  :  Sangat  Setuju  =  5, Setuju = 4, ragu-ragu = 3, Tidak Setuju = 2, Sangat Tidak Setuju = 1. Sedangkan bobot penilaian untuk pernyataan tidak mendukung yaitu : Sangat Setuju = 1, Setuju = 2, ragu-ragu = 3, Tidak Setuju = 4, Sangat Tidak Setuju = 5

2.6              Analisa Data
Sutrisno Hadi menyatakan bahwa penelitian deskriptif menganalisis dan menyajikan data secara sistematis sehingga dapat lebih mudah dipahami dan disimpulkan. Kesimpulan yang diberikan selalu dapat dikembalikan langsung pada data yang diperoleh. [11]
Data yang diperoleh dari alat ukur akan diolah dengan metode statistik dengan menggunakan bantuan SPSS versi 15,0 for Windows. Hal ini didasarkan atas pertimbangan bahwa dalam penelitian ini tidak mempersoalkan jalinan hubungan antar variabel dan tidak melakukan pengujian hipotesis. Hasil penelitiannya berupa deskripsi terhadap variabel-variabel tertentu dengan menyajikan frekuensi, mean atau kualifikasi lainnya untuk setiap kategori di suatu variabel. Untuk mendapatkan gambaran skor persepsi terhadap aplikasi dana Qardhul hasan digunakan analisa data statistic deskriptif. Data yang akan diolayaitu skor minimum, skor maksimum, mean, dan standar deviasi. Data yang akan diolah dengan analisis statistik dengan menggunakan program SPSS versi 15,0 for Windows.

2.7              Teknis Analisis Data
1. Uji validitas data
Uji validitas data diperlukan untuk mengetahui sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam menjalankan fungsinya. Menurut Singarimbun, uji validitas data digunakan, benar-benar dapat mengukur apa yang ingin diukur atau tidak. Suatu instrumen dikatakan memiliki validitas yang tinggi apabila mampu memberikan hasil ukur yang sesuai dengan maksud dilakukannya penelitian tersebut. Pendekatan  yang  dilakukan  dalam  uji  validitas  data  dalam  penelitian  ini  adalah validitas konstruks (construct validity), yaitu dengan mengkolerasiakan skor setiap item dengan skor total. Uji validitas data dalam penelitian ini menggunakan correlation product moment. Uji validitas ini dikatakan valid apabila hasilnya signifikan  pada  level  tertentu.  Uji  validitas  dalam  penelitian  ini  menggunakan bantuan computer dengan software SPSS versi 10.5. hasil uji validitas dikatakan valid apabila nilai probabilitasnya lebih kecil dari 0,05 dan nilai probabilitas lebih besar dari 0,05 menunjukkan bahwa item pernyataan tersebut tidak valid. Adapun rumus teknik korelasi yang digunakan adalah Pearson’s Correlation Product Moment  :
 
r =

Keterangan:
r           = koefisien korelasi
n          = jumlah sampel
ΣXY    = jumlah skor antara X dan Y
ΣX       = jumlah skor masing-masing item
ΣY       = jumlah skor seluruh item

2.       Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas data digunakan untuk menunjukkan sejauh mana hasil pengukuran telah konsisten apabila dilakukan dua kali atau lebih dari gejala yang sama. Uji ini hanya dilakukan pada item pernyataan yang dinyatakan valid dalam uji validitas . Uji realibilitas data dalam penelitian ini menggunakan cronbachs alpha lebih besar dari 0,6. Untuk menguji reliabilitas digunakan teknik Cronbach Alpha, yaitu  koefisien  reliabilitas  yang  menunjukkan  seberapa  baik  item  dalam  suatu instrument berkorelasi positif dengan item lainnya. Rumus yang digunakan sebagai berikut:
Rii =
Keterangan:
Rii        = reliabilitas instrumen
K         = jumlah kuestioner
ΣSb2     = jumlah varian butir
St2        = varian total

Semakin tinggi koefisien alpha, berarti semakin baik pengukuran suatu instrumen.  Uji  realibilitas  dalam  penelitian  ini  menggunakan  bantuan  komputer dengan software SPPS 10.5 for windows. Sekaran menyatakan bahwa semakin dekat koefisien alpha pada nilai 1 berarti butir-butir pernyataan dalam koefisien semakin realibel.

3. Uji Asumsi Homogenitas Varian Antar Kelompok (homogenity of variance).
Uji Asumsi homogenitas yang dipakai adalah Levene’s Test of Equity of variance. Levene’s Test of Equity of variance dihitung oleh SPSS untuk menguji asumsi ANOVA bahwa setiap grup (kategori) variabel independen memiliki varian sama.   Angk yang   dihasilka adalah   probabilita dua   sis yan kemudian dibandingkan dengan tingkat signifikansi tertentu. Jika nilai probabilitas lebih besar dari nilai signifikansi, maka varian antar kelompok adalah homogen. Sebaliknya jika nilai  probabilitas  lebih  kecil  dari  nilai  signifikansi,  maka  varian  antar  kelompok adalah heterogen (Djarwanto, 1996: 62).


4.  Pengujian Hipotesis
Untuk menguji hipotesis digunakan alat uji statistik yaitu One Way Anova test.  Pengujian  hipotesis  dimaksudkan  untuk  mengetahui  ada  tidaknya  perbedaan rata-rata yang signifikansi antara lebih dari dua sampel dimana varians-varians data tersebut adalah sama. Penelitian ini menggunakan uji hipotesis One Way Anova Test karena memiliki beberapa karakteristik.
Populasi yang akan diuji memiliki distribusi normal khusus Annova cukup robush untuk asumsi normalitas.[12] Jadi tidak perlu dilakukan uji normalitas. Varians dari populasi tersebut adalah sama Sampel tidak saling berhubungan antara satu dengan yang lain.
a.    Pengujian Hipotesis
Pengujian  ini  digunakan  untuk  menjawab  perumusan  masalah.  Pertama, pengujian  yang digunakaadalah  Analisys  of  variancmerupakan  metode untuk menguji hubungan antara satu variabel dependen (skala metrik) dengan satu atau lebih variabel independent (skala non parametrik atau kategori lebih dari dua). Langkah-langkah dalam pengujian ini adalah :
1.    Hipotesis; Ho : μ1 = μ2 = μ3 (Artinya tidak terdapat perbedaan persepsi nasabah terhadap aplikasi dana qardhul hasan).
Daerah terima                          Daerah tolak
Fα(k-1;n-k)

  1. H1 : μ1 μ2 μ (Artinya terdapat perbedaan persepsi nasabah terhadap aplikasi dana qardhul hasan).
  2. Dipilih level of significance tertentu yaitu 0,05 dan degree of freedom k-1;n-k.
Kriteria Pengujian: Keterangan :
k-1 pembilang (numerator); (n-k) penyebut (denominator).
H0 diterima apabila : F F α;(k-1);(n-k) H0 ditolak apabila : F > F α;(k-1);(n-k)
4.   Perhitungan nilai F:
Varians within group
F = Varians between means
5.  Kesimpulan, apabila F F (α;k -1;n-k) maka H0 diterima artinya tidak terdapat perbedaan persepsi nasabah terhadap aplikasi dana qardhul hasan. Apabila F ≥ F (α;k -1;n-k) maka H0 ditolak, artinya terdapat perbedaan persepsi nasabah terhadap aplikasi dana qardhul hasan.


b. Post Hoc Tes
Pengujian ini digunakan adalah Uji Post Hoc Test yang dilakukan apabila kategori variabel independen lebih dari dua. Uji Post Hoc Test yang dilakukan terdiri dari  TukeTest  untuk  menguji  persepsi  nasabah  terhadap  aplikasi  dana  qardhul hasan.





3.      HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1    Hasil Penelitian

Salah satu tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran persepsi nasabah terhadap aplikasi dana qardhul hasan di BPRS Puduarta Insani Tembung. Berdasarkan hal tersebut, maka peneliti menggunakan skala Persepsi Kualitas Layanan yang dikembangkan oleh Pasaruman dkk.
Skala konflik ini terdiri dari 30 item dengan rentang nilai yang bergerak dari 0 – 4. Sehingga menghasilkan kemungkinan nilai tertinggi 120 dan nilai terendah 0.




Tabel
Gambaran Skor Skala Persepsi Aplikasi Dana Qardhul Hasan
di BPRS Puduarta Insani Tembung
Descriptive Statistic

N
Mean
Std.
Deviation
Minimum
Maximum
Skor total skala persepsi
88
99,65
10.791
75
120

Tabel
Reability Statistics
Cronbach’s Alpha
N of items
.936
30

            Paa penelitian ini, subjek penelitian akan dikelompokkan menjadi 3 (tiga) bagian berdasarkan skor skala persepsi terhadap aplikasi dana qardhul hasan di BPRS Puduarta Insani Tembung, yaitu positif, negatif dan netral.
            Pengelompokan subjek penelitian ke dalam masing-masing kelompok didasarkan atas kategorisasi standar error pengukuran (standar error of Measurement) dengan rumus sebagai berikut :
Se        = Sx (1-rxx)
SE        = Standar error dalam pengukuran
Sx        = Standar Deviasi
Rxx      = Koefisien Reliabilitas
            Untuk skala persepsi terhadap aplikasi dana qardhul hasan di BPRS Puduarta Insani Tembung dengan Mean = 99,65, Standar Deviasi = 10,791 dan koefisien reliabilitas = 0,936 pada taraf kepercayaan 95 % (nilai z = 1.96), sehingga diperoleh standar error pengukuran persepsi terhadap aplikasi dana qardhul hasan di BPRS Puduarta Insani Tembung adalah :
Se        = 10,791 (1-0.936)
            = 10,791 0,064
            = 10,791 x 0,252
            = 2,71

            Gambaran kecermatan skor persepsi terhadap aplikasi dana qardhul hasan di BPRS Puduarta Insani Tembung adalah fluktuasi skor menjadi 99.65 ± 2.71 (z = 1.960. Sehingga diperoleh skor X>102,3 yang dibulatkan menjadi 102 untuk skor  persepsi positif. Skor X>96,94 yang dibulatkan menjadi 97 untuk skor  persepsi negatif dan untuk kategori yang netral adalah yang bergerak antara 102 X ≤ 97.

Gambaran Umum Persepsi Terhadap Aplikasi Dana Qardhul Hasan
Di BPRS Puduarta Insani Tembung
Kategori persepsi terhadap aplikasi dana qardhul hasan di BPRS Puduarta Insani Tembung
Jumlah
Persentase
Positif
45 orang
52 %
Netral
11 orang
12 %
Negatif
32 orang
36 %
Total
88 orang
100 %
           
            Tabel menunjukkan persentasi penlaian persepsi terhadap aplikasi dana qardhul hasan di BPRS Puduarta Insani Tembung yang terbanyak adalah positif 45 orang (52 %), terbanyak setelah itu adalah negatif 32 orang (36 %) dan yang paling sedikit adalah netral 11 orang (12 %).

1.      Gambaran Skor Persepsi pada Aspek-aspek dari pelayanan
  1. Gambaran Skor Aspek Reliabilitas terdiri dari 6 (enam) item dengan rentang 0-4 sehingga menghasilkan kemungkinan nilai tertinggi sebesar 24 dan terendah sebesar 0.
Gambaran Skor Konflik pada Aspek Reliabilitas

N
Mean
Std.
Deviation
Minimum
Maximum
Skor total skala persepsi aspek reliabilitas
88
20.42
2.527
15
24

            Untuk skala aspek reliabilitas dengan mean = 20,42 Standar Deviasi = 2.527 pada taraf kepercayaan 95 % (Z=1.96), sehingga diperoleh Standar Error pengukuran atau Standar Error Measurement adalah :
Se        = 2, 527 (1-0,807)
            = 2, 527 (0,193)
            = 2, 527 x 0,43
            = 1,08

            Gambaran kecermatan skor persepsi aspek reliabilitas adalah ± 1.08. fluktuasi  skor menjadi  20,42 ± 1, 08 (1.96). Sehingga diperoleh skor aspek reliabilitas positif yakni X> 21,5 dan dibulatkan menjadi 22 untuk skor aspek reliabilitas negatif adalah 19,34 yang dibulatkan menjadi 19 dan untuk 22 X ≤ 19 berada kategori netral.

Tabel
Kategori Skor Persepsi Terhadap Aplikasi Dana Qardhul Hasan
Di BPRS Puduarta Insani Tembung Berdasarkan Aspek Reliabilitas
Kategori Skor Persepsi Terhadap Aplikasi Dana Qardhul Hasan Di BPRS Puduarta Insani Tembung Berdasarkan Aspek Reliabilitas
Jumlah
Persentase
Positif
21
24 %
Netral
43
49 %
Negatif
24
27 %
Total
88
100 %
           
            Berdasarkan data tabel diatas, dapat dilihat bahwa Persepsi Nasabah terhadap Aplikasi Dana Qardhul Hasan di BPRS Puduarta Insani Tembung berdasarkan aspek reliabilitas yang memiliki persepsi positif adalah sebanyak 21 orang (24 %), netral 43 orang (49 %), dan subjek yang memiliki persepsi negatif sebanyak 24 orang (27 %).

b.        Gambaran Skor Aspek Responsivitas terdiri dari 6 (enam) item dengan rentang 0-4 sehingga menghasilkan kemungkinan nilai tertinggi sebesar 24 dan terendah sebesar 0.
Gambaran Skor Konflik pada Aspek Responsivitas

N
Mean
Std.
Deviation
Minimum
Maximum
Skor total skala persepsi aspek responsivitas
88
20.09
2.405
14
24

            Untuk skala aspek reliabilitas dengan mean = 20,09 Standar Deviasi = 2.405 pada taraf kepercayaan 95 % (Z=1.96), sehingga diperoleh Standar Error pengukuran atau Standar Error Measurement adalah :
Se        = 2, 405 (1-0,736)
            = 2, 405 (0,193)
            = 2, 405 x 0,26
            = 0,62

            Gambaran kecermatan skor persepsi aspek responsivitas adalah ± 0,62. fluktuasi skor menjadi  20,09 ± 0,62 (1.96). Sehingga diperoleh skor aspek responsivitas positif yakni X> 20,71 dan dibulatkan menjadi 21 untuk skor aspek responsivitas negatif adalah 19,47 yang dibulatkan menjadi 20 dan untuk 21 X ≤ 20 berada kategori netral.
Tabel
Kategori Skor Persepsi Terhadap Aplikasi Dana Qardhul Hasan
Di BPRS Puduarta Insani Tembung Berdasarkan Aspek Responsivitas
Kategori Skor Persepsi Terhadap Aplikasi Dana Qardhul Hasan Di BPRS Puduarta Insani Tembung Berdasarkan Aspek Reponsivitas
Jumlah
Persentase
Positif
23
26 %
Netral
31
35 %
Negatif
24
39 %
Total
88
100 %
           
Berdasarkan data tabel diatas, dapat dilihat bahwa Persepsi Nasabah terhadap Aplikasi Dana Qardhul Hasan di BPRS Puduarta Insani Tembung berdasarkan aspek responsivitas yang memiliki persepsi positif adalah sebanyak 23 orang (26 %), netral 31 orang (35 %), dan subjek yang memiliki persepsi negatif sebanyak 34 orang (39 %).

c.       Gambaran Jaminan terdiri dari 6 (enam) item dengan rentang 0-4 sehingga menghasilkan kemungkinan nilai tertinggi sebesar 24 dan terendah sebesar 0.
Gambaran Skor Konflik pada Aspek Jaminan

N
Mean
Std.
Deviation
Minimum
Maximum
Skor total skala persepsi aspek Jaminan
88
20.15
2.332
14
24

            Untuk skala aspek jaminan dengan mean = 20,15 Standar Deviasi = 2.332 pada taraf kepercayaan 95 % (Z=1.96), sehingga diperoleh Standar Error pengukuran atau Standar Error Measurement adalah :
Se        = 2, 332 (1-0,731)
            = 2, 332 (0,26)
            = 2, 332 x 0,5
            = 1,18

            Gambaran kecermatan skor persepsi aspek responsivitas adalah ± 1,18. fluktuasi skor menjadi  20,15 ± 1,18 (1.96). Sehingga diperoleh skor aspek Jaminan positif yakni X > 21,33 dan dibulatkan menjadi 21 untuk skor aspek responsivitas negatif adalah 18,9 yang dibulatkan menjadi 19 dan untuk 21 X ≤ 19 berada kategori netral.

  1. Aspek Empati terdiri dari 6 (enam) item dengan rentang 0-4 sehingga menghasilkan kemungkinan nilai tertinggi sebesar 24 dan terendah sebesar 0.

Gambaran Skor Konflik pada Aspek Empati

N
Mean
Std.
Deviation
Minimum
Maximum
Skor total skala persepsi aspek Empati
88
20.16
2.573
13
24

            Untuk skala aspek jaminan dengan mean = 20,16 Standar Deviasi = 2.573 pada taraf kepercayaan 95 % (Z=1.96), sehingga diperoleh Standar Error pengukuran atau Standar Error Measurement adalah :
Se        = 2, 573 (1-0,767)
            = 2, 573 (0,233)
            = 2, 573 x 0,44
            = 1,23
            Gambaran kecermatan skor persepsi aspek responsivitas adalah ± 1,23. fluktuasi skor menjadi  20,16 ± 1,23 (1.96). Sehingga diperoleh skor aspek Empati positif yakni X > 21,3 dan dibulatkan menjadi 21 untuk skor aspek Empati negatif adalah 18,93 yang dibulatkan menjadi 19 dan untuk 21 X ≤ 19 berada kategori netral.
Tabel
Kategori Skor Persepsi Terhadap Aplikasi Dana Qardhul Hasan
Di BPRS Puduarta Insani Tembung Berdasarkan Aspek Jaminan
Kategori Skor Persepsi Terhadap Aplikasi Dana Qardhul Hasan Di BPRS Puduarta Insani Tembung Berdasarkan Aspek Jaminan
Jumlah
Persentase
Positif
32
36 %
Netral
32
36 %
Negatif
24
27 %
Total
88
100 %
           
Berdasarkan data tabel diatas, dapat dilihat bahwa Persepsi Nasabah terhadap Aplikasi Dana Qardhul Hasan di BPRS Puduarta Insani Tembung berdasarkan aspek Empati yang memiliki persepsi positif adalah sebanyak 32 orang (36 %), netral 32 orang (36 %), dan subjek yang memiliki persepsi negatif sebanyak 24 orang (27 %).

  1. Aspek Bukti Fisik terdiri dari 6 (enam) item dengan rentang 0-4 sehingga menghasilkan kemungkinan nilai tertinggi sebesar 24 dan terendah sebesar 0.
Gambaran Skor Konflik pada Aspek Bukti Fisik

N
Mean
Std.
Deviation
Minimum
Maximum
Skor total skala persepsi aspek Bukti Fisik
88
20.17
2.455
14
24

            Untuk skala aspek Bukti Fisik dengan mean = 20,16 Standar Deviasi = 2.573 pada taraf kepercayaan 95 % (Z=1.96), sehingga diperoleh Standar Error pengukuran atau Standar Error Measurement adalah :
Se        = 2, 455 (1-0,736)
            = 2, 455 (0,264)
            = 2, 455 x 0,51
            = 1,25
            Gambaran kecermatan skor persepsi aspek responsivitas adalah ± 1,25. fluktuasi skor menjadi  20,17 ± 1,25 (1.96). Sehingga diperoleh skor aspek Empati positif yakni X > 21,4 dan dibulatkan menjadi 21 untuk skor aspek Empati negatif adalah 18,9 yang dibulatkan menjadi 19 dan untuk 21 X ≤ 19 berada kategori netral.

Tabel
Kategori Skor Persepsi Terhadap Aplikasi Dana Qardhul Hasan
Di BPRS Puduarta Insani Tembung Berdasarkan Aspek Jaminan
Kategori Skor Persepsi Terhadap Aplikasi Dana Qardhul Hasan Di BPRS Puduarta Insani Tembung Berdasarkan Aspek Jaminan
Jumlah
Persentase
Positif
29
33 %
Netral
34
39 %
Negatif
25
28 %
Total
88
100 %
           
            Berdasarkan data tabel diatas, dapat dilihat bahwa Persepsi Nasabah terhadap Aplikasi Dana Qardhul Hasan di BPRS Puduarta Insani Tembung berdasarkan aspek Bukti Fisik yang memiliki persepsi positif adalah sebanyak 29 orang (33 %), netral 34 orang (39 %), dan subjek yang memiliki persepsi negatif sebanyak 25 orang (28 %).

3.2    Pembahasan
Berdasarkan hasil pengumpulan data sampel dengan berbagai karakteristik. Karakteristik responden akan dibahas dibawah ini meliputi: jenis kelamin, agama, pendidikan, pengetahuan tentang perbankan syariah dan sumber pengetahuan tentang perbankan syariah.
a.   Gambaran Subjek Berdasarkan Jenis Kelamin, dapat dilihat pada tabel IV.2 berikut ini :
Tabel IV.2
Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
No
Keterangan
Jumlah
Presentase
1.
Laki-laki
30
34 %
2.
Perempuan
58
66 %

Jumlah
88
100 %
            Dari tabel di atas menunjukkan menunjukkan bahwa jumlah responden paling banyak adalah perempuan yaitu sebanyak 58 orang (66 %) dan jumlah responden laki-laki adalah 30 responden (34 %).
b.      Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Usia
            Berdasarkan usia, penyebaran subjek penelitian dapat digambarkan seperti pada tabel di bawah ini :
Persentase Subjek Berdasarkan Usia
Usia
Jumlah (N)
Presentase
18 – 24 tahun
6 orang
7 %
25 – 32 tahun
32 orang
36 %
33 – 40 tahun
50 orang
57 %
Total
88 orang
100 %
            Tabel di atas menunjukkan persentase subjek berdasarkan usia yang terbanyak adalah 33-40 tahun (57 %), kemudian berusia 25-32 tahun (36 %), sedangkan yang paling sedikit adalah yang berusia 18-24 tahun (7 %).


c.       Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan.
Berdasarkan tingkat pendidikan, penyebaran subjek penelitian dapat digambarkan seperti pada tabel di bawah ini :
Tabel IV.4
Gambaran Subjek Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Tingkat Pendidikan 
Jumlah (N)
Presentase
SMA/SMK
16
18 %
Diploma
22
25 %
S-1
50
57 %
Total
88
100%
                        Sumber : Data diolah
            Tabel diatas menunjukkan subjek dengan tingkat pendidikan S-1 lebih banyak, yaitu 50 orang (57 %), kemudian tingkat Diploma 22 orang (25 %), kemudian tingkat pendidikan SMA/SMK sebanyak 16 orang (18 %).

d.      Gambaran Subjek Berdasarkan Tingkat Penghasilan
            Berdasarkan tingkat penghasilan, penyebaran subjek penelitian dapat digambarkan seperti pada tabel di bawah ini :
Persentase Subjek Berdasarkan Tingkat Penghasilan
Jenis Kelamin
Jumlah (N)
Presentase
500 ribu – 1 Juta
42 orang
48 %
1,1 Juta – 1,6 Juta
14 orang
16 %
1,7 Juta – 2,1 Juta
11 orang
12,5 %
2,2 Juta – 2,6 Juta
11 orang
12,5 %
2,7 Juta – 4 Juta
10 orang
11 %
Total
88 orang
100 %
Tabel di atas menunjukkan subjek dengan tingkat penghasilan 500 ribu-1 Juta lebih banyak, yaitu 42 orang (48 %), kemudian tingkat penghasilan 1,1-1,6 Juta sebanyak 14 orang (16 %), kemudian tingkat penghasilan 1,7 Juta-2,1 Juta dan Tingkat penghasilan 2,2 Juta-2,6 Juta masing-masing 11orang (12,5 %), sedangkan subjek dengan tingkat penghasilan 2,7-4 Juta adalah paling sdikit yaitu 10 orang (11 %).

e.       Gambaran Subjek Berdasarkan Pelaku pembiayaan
            Berdasarkan tingkat pelaku, penyebaran subjek penelitian dapat digambarkan seperti pada tabel di bawah ini :



Persentase Subjek Berdasarkan Pelaku Pembiayaan
Pelaku pembiayaan
Jumlah (N)
Presentase
Konsumtif
80 orang
91 %
Produktif
8 orang
  9  %
Total
88 orang
100 %

     Tabel di atas menunjukkan subjek dengan pelaku pembiayaan konsumtif sebanyak 80 orang (91 %), sedangkan produktif sebanyak 8 orang (9 %).


4.      KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian melalui analisis data dapat disimpulkan bahwa persepsi nasabah terhadap aplikasi dana qardhul hasan di BPRS Puduarta Insani Tembung dapat dijawab dengan kesimpulan sebagai berikut :
1.      Dari 88 subjek penelitian, Persepsi Nasabah Terhadap Aplikasi Dana Qardhul Hasan Di BPRS Puduarta Insani Tembung yang paling banyak dimiliki adalah persepsi positif (berjumlah 45 orang yaitu 51 %), daripada persepsi negatif (berjumlah 32 orang (36 %), maupun persepsi netral yaitu 11 orang (12 %).
2.      Berdasarkan Penerima Pembiayaan, subjek penelitian sama-sama memiliki persepsi positif yaitu 45 orang (51 %), dibandingkan persepsi negatif 32 orang (37 %), sedangkan persepsi netral 11 orang (13 %).
3.      Berdasarkan Jenis Kelamin, subjek penelitian yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan sama-sama memiliki persepsi positif yang lebih banyak yaitu 45 orang (51 %) dengan rincian 11 orang perempuan  (12%) dan 34 orang laki-laki (39 %), dibandingkan persepsi negatif 32 orang (35 %) dengan rincian 15 orang perempuan dan 17 orang laki-laki (19 %), , sedangkan persepsi netral 11 0rang (12 %) dengan rincian 4 orang perempuan (4 %) dan 7 orang laki-laki (8 %).
4.      Berdasarkan tingkat pendidikan, subjek penelitian yang memiliki persepsi positif yaitu 45 orang (51 %), dibandingkan persepsi negatif 32 orang (35 %), sedangkan persepsi netral 17 orang (19 %).
5.      Berdasarkan Tingkat Pendapatan, subjek penelitian yang memiliki persepsi positif yaitu 45 orang (51 %), dibandingkan persepsi negatif 32 orang (35 %), sedangkan persepsi netral 11 orang (12 %).
6.      Berdasarkan Tingkat Usia, subjek penelitian yang memiliki persepsi positif yaitu 45 orang (51 %), dibandingkan persepsi negatif 32 orang (35 %), sedangkan persepsi netral 11 orang (12 %).
7.      Persepsi terhadap Aplikasi Dana Qardhul Hasan di BPRS Puduarta Insani berdasarkan aspek reliabilitas yang memiliki persepsi positif yaitu 21 orang (24 %), netral 43 orang (49 %), dan subjek yang memiliki persepsi negatif sebanyak 24 orang (27 %).
8.      Persepsi terhadap Aplikasi Dana Qardhul Hasan di BPRS Puduarta Insani berdasarkan aspek responsivitas yang memiliki persepsi positif yaitu 23 orang (26 %), netral 31 orang (35 %), dan subjek yang memiliki persepsi negatif sebanyak 34 orang (39 %).
9.      Persepsi terhadap Aplikasi Dana Qardhul Hasan di BPRS Puduarta Insani berdasarkan aspek jaminan yang memiliki persepsi positif yaitu 27 orang (31 %), netral 32 orang (36 %), dan subjek yang memiliki persepsi negatif sebanyak 24 orang (27 %).
10.  Persepsi terhadap Aplikasi Dana Qardhul Hasan di BPRS Puduarta Insani berdasarkan aspek bukti fisik yang memiliki persepsi positif yaitu 29 orang (26 %), netral 34 orang (35 %), dan subjek yang memiliki persepsi negatif sebanyak 25 orang (28 %).


5.      SARAN

Berdasarkan kesimpulan di atas, dapat dikemukakan beberapa saran yang kiranya dapat bermanfaat bagi BPRS Puduarta Insani (PT. BPR Syariah) Medan, sebagai berikut :
  1. Hendaknya lebih memperhatikan pengenalan/promosi keberadaan BPRS Al Washliyah, karena hal ini merupakan unsur utama yang diinginkan oleh nasabah pembiayaan Qardhul Hasan dan membawa image yang baik bagi perbankan syariah.
  2. Hendaknya staf diberikan kursus-kursus mengenai perbankan syariah agar lebih cerdas  dalam  melayani  nasabah  yang  sangat  minim  dalam  hal  pengetahuan mereka tentang perbankan syariah sehingga tidak terdapat anggapan bahwa bank syariah sama saja dengan bank konvensional.
  3. Hendaknya BPRS Puduarta Insai lebih menekankan prospek suatu usaha berdasarkan studi kelayakan yang dilakukan, bukan sekedar penetapan jaminan kolateral yang akan memberatkan nasabah, bahkan jaminan harus meringankan Sehingga bagi nasabah yang ketiadaan jaminan namun memiliki prospek usaha yang baik harus tetap diperhatikan.
  4. Peran aktif BPRS dalam ikut mendorong perkembangan usaha kecil harus terus ditingkatkan, antara lain melalui peningkatan pemahaman dan sosialisasi kepada masyarakat.  Pemahaman  yanakan  mampu  meningkatkan  permintaan masyarakat pembiayaan Qardhul Hasan.


DAFTAR PUSTAKA


Adiwarman Karim, Ir., SE, MBA, MAEP, Bank Islam, (Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada, 2004).

Kadim Sadr, Money And Monetary Policies In Early Islam, Dalam Abbas Mirakhor Dan Baqir Al-Hasani, Essay On Iqtisad : An Islamic Approach To Economic Problems, (Silver Spring : Nur Copr., 1989).

Karnaen Perwataatmadja, Drs. H. MPA, H. Muhammad Syafi’i Antonio, M.Ec, Apa Dan Bagaimana Bank Islam, (Yogyakarta:Dana Bhakti Wakaf, 1992).
Karl E. Case & Ray C. Fair, Prinsiple of Macroeconomics, (New Jersey: Prentice Hall 1990).

Kasmir, SE,MM, Manajemen Perbankan, (Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada, 2003, Edisi I)
Kasmir, SE,MM, Bank & Lembaga Keuangan Lainnya, (Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada, , 2005, Edisi Keenam)

Lembaga Pendidikan & Pengembangan Bank Syariah, Program Belajar Sendiri Perbankan Syariah, (Program Belajar Sendiri – Bank Muamalat Indonesia, 2000)

Mahmud Abu Saud, Garis-garis Besar Ekonomi Islam, terj. Achmad Rais, (Jakarta : Gema Insani Press 1996).

Muhammad Abdul Mannan, Teori dan Praktek Ekonomi Islam, (Yogyakarta: PT Dana Bhakti Wakaf, 1997).


Sudi Haron, Prinsip Dan Operasi Perbankan Islam, (Kuala Lumpur : Berita Publishing Sdn Bhd, 1996).

Tim Asistensi Pengembangan LKS Bank Muamalat, Perbankan Syariah Perspektif Praktisi, (Jakarta: Muamalat Institut 1999).

Warkum Sumitro, SH, MH, Asas-asas Perbankan Islam dan Lembaga-Lembaga Terkait, (Jakarta:PT. Rajagrafindo Persada, 1997).

Zainul Arifin, Memahami Bank Syariah ; Lingkup, Peluang, Tantangan Dan Prospek,  (Jakarta: ALVABET, 2000).







[1]     Zainul Arifin, Memahami Bank Syariah ; Lingkup, Peluang, Tantangan Dan Prospek, (Jakarta: ALVABET, 2000) h. 129
[2]    Zuhaili Wahbah, Dr, Fiqh Muamalah Perbankan Syariah, Beirut : Daar al-Fikr, 1999 Khir, Gupta,& Shanmugam, 2008:231.
[3]     Ascaya. Akad dan Produk Bank Syariah, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2008
[4] Sudarsono, Heri. Bank dan Lembaga Keuangan Syari’ah, Deskripsi dan Ilustrasi, Yogyakarta: PT Ekonosia, 2003
[5] Antonio Syafi’I. Bank Syariah: Dari Teori Ke Praktek, Jakarta: Gema Insani, 2001. h.57.
[6] Sekaran Uma, Metodologi Penelitian untuk Bisnis, (Jakarta : Salemba Empat, 2000), h. 251.
[7] Sugiyono, Metode Penelitian Bisinis, (Bandung : Alfabeta, 1999), h. 72
[8] Hurlock,  E.  Psikologi  Perkembangan:  Suatu  Pendekatan  Rentang  Kehidupan  (Jakarta: Erlangga, 1980), h. 70
[9]     Sukandarrumidi, Metode Penelitian: Petujuk Praktis untuk Penelitian Pemula, (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2006), h. 56.
[10] Saifuddin Azwar, Penyusunan Skala Psikologi, (Yogyakarta:Pustaka Pelajar, 2005), h.23

[11] Sutrisno Hadi, Metodologi Research, h. 67.
[12] Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS, (Semarang:UNDIP, 2001), h. 140.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perencanaan dan Pengembangan Karir BAB I PENDAHULUAN A . Latar Belakang Salah satu dorongan orang bekerja pada suatu organisasi, termasuk perusahaan adalah karena di sana ada kesempatan untuk maju. Sudah menjadi sifat dasar dari manusia pada umumnya untuk menjadi lebih baik, lebih maju dari posisi yang dipunyai saat ini, karena itulah mereka menginginkan suatu kemajuan dalam hidupnya. Kesempatan untuk maju yang termasuk ke dalam program pengembangan dapat di wujudkan jika mereka diberikan kesempatan untuk mengikuti program pelatihan dan pendidikan. Program pelatihan dan pendidikan yang mana yang diikuti perlu direncanakan dengan baik, agar pada gilirannya mereka mempunyai kesempatan untuk dipromosikan dipindahkan dari suatu jabatan ke jabatan lain yang mempunyai status dan tanggung jawab yang lebih tinggi. B . Rumusan Masalah 1.       Pengertian Perencanna Karir? 2.       Apa itu Perencanaan Karir? 3. ...