Langsung ke konten utama

GENERASI MUSLIM MILENIAL DAN WIRAUSAHA

Muhammad Abrar Kasmin Hutagalung1), Rahma Fitri2), Sri Rezeki Widya Ritonga3)

Dosen Ekonomi Syariah Universitas Potensi Utama, Mahasiswi prodi Ekonomi Syariah Universitas Potensi Utama
Jl. K.L. Yos Sudarso Km 6,5 No. 3A Tanjung Mulia - Medan 20241 Sumatera Utara, Indonesia Sumatera Utara, Indonesia
e-mail: muhammadabrarkasminhutagalung@gmail.com



Abstrak

Generasi Millennial bisa dikatakan generasi millennial adalah generasi muda masa kini yang saat ini berusia dikisaran 15 – 34 tahun. Generasi ini identik dengan karakter yang kreatif dan inovatif. Generasi ini merupakan salah satu pemegang aspek ekonomi yang  diharapkan dalam masyarakat. Harapannya keberadaan para ekonom muda yang terjun dalam dunia usaha dapat memicu kreatifitas public terkait inovasi dalam bidang ekonomi. Dalam hal ini diharapkan dalam berwirausaha, para pengusaha tetap menggunakan etika usaha yang berdasarkan etika islam atau dengan istilah pengusaha muda muslim. Perbedaan antara pengusaha muslim dengan pengusaha biasa ialah pada tingkat moralitas yang mereka miliki. Pengusaha muslim memiliki etika usaha dengan tujuan menjaga hubungan Hablumminallah serta Hablumimminannas.  Maka dari itu penting bagi para wirausahawan muslim untuk berinovasi diberbagai bidang yang memiliki ekspektasi yang baik kedepannya. Bahwa penerapan islam juga mencakup terkait kewirausahaan sekaligus sebai alternatif untuk menyampaikan islam dari berbagi sudut kehidupan.

Kata kunci     : Generasi Milenial Dan Entrepeneurship

1.     Pendahuluan
Istilah generasi millennial memang sedang akrab terdengar. Istilah tersebut berasal dari millennials yang diciptakan oleh dua pakar sejarah dan penulis Amerika, William Strauss dan Neil Howe dalam beberapa bukunya. 
Millennial generation atau generasi Y juga akrab disebut generation me atau echo boomers. Secara harfiah memang tidak ada demografi khusus dalam menentukan kelompok generasi yang satu ini. 



Namun, para pakar menggolongkannya berdasarkan tahun awal dan akhir. Penggolongan generasi Y terbentuk bagi mereka yang lahir pada 1980 - 1990, atau pada awal 2000, dan seterusnya. Awal 2016 Ericsson mengeluarkan 10 Tren Consumer Lab untuk memprediksi beragam keinginan konsumen. 
Laporan Ericsson lahir berdasarkan wawancara kepada 4.000 responden yang tersebar di 24 negara dunia. Dari 10 tren tersebut beberapa di antaranya, adalah adanya perhatian khusus terhadap  perilaku generasi millennial. 
Dalam laporan tersebut Ericsson mencatat, produk teknologi akan mengikuti gaya hidup masyarakat millennial. Sebab, pergeseran perilaku turut berubah beriringan dengan teknologi. "Produk teknologi baru akan muncul sebagai akomodasi perubahan teknologi," ujar Presiden Director Ericsson Indonesia Thomas Jul.
Teknologi juga membuat para generasi internet tersebut mengandalkan media sosial sebagai tempat mendapatkan informasi. Saat ini, media sosial telah menjadi platform pelaporan dan sumber berita utama bagi masyarakat. 
Salah satunya ancaman siber yang siap menerkam para pengguna. Norton Cyber Security mengeluarkan Insight Report November 2016. Penelitian yang dilakukan secara daring tersebut melibatkan 20.907 responden dari 21 negara dunia. 
Data menyebutkan, 20 persen generasi millennial dengan senang hati berbagi kata sandi yang berpotensi mengorbankam keamanan daring mereka. Kemudian sebagian besar konsumen Indonesia atau sekitar 90 persen menggunakan koneksi Wi-Fi publik. 
Namun, hanya 51 persen dari mereka yang mengetahui cara mengamankan jaringan tersebut. Hanya 36 persen dari responden yang menghubungkan perangkat mobile dengan jaringan Wi-Fi dengan menggunakan VPN Akan tetapi, pengguna tidak termotivasi mengambil langkah pencegahan. Sebanyak 76 persen pemilik perangkat mobile mengetahui kepentingan perlindungan informasi daring pribadinya. 



Wirausaha adalah seseorang yang melakukan aktifitas dengan pandai atau berbakat untuk mengenalkan sebuah produk baru kepada konsumen dan mampu mengembangkan produk baru serta mampu mengatur permodalannya.
Mengapa wirausaha penting bagi generasi muda?. Karena generasi muda adalah penerus untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Seiring berkembangnya zaman maka akan semakin menambah jumlah populasi manusia di Indonesia dan akan semakin tinggi pula jumlah pengangguran manusia pada usia produktif karena kesulitan dalam mencari lapangan pekerjaan. Setiap orang sepatutnya harus berfikir panjang tentang masalah lapangan pekerjaan ini, karena sudah pasti pekerjaan di cari hanya untuk mendapatkan uang  agar mampu bertahan hidup dan juga memperbaiki kualitas ekonomi bagi seorang individu maupun berkeluarga dan juga untuk meningkatkan pendapatan perkapita suatu negara.
Perlu kita ketahui bahwasannya kondisi masyarakat Indonesia saat ini sangat vital bagi bangsa, di tengah bangsa yang berlimpah kekayaan sumber daya alam, rakyatnya sendiri  masih banyak yang menjadi buruh. Oleh karna itu kita sebagai masyarakat yang berpendidikan jangan hanya mencari pekerjaan, akan tetapi kita juga harus mampu menciptakan lapangan pekerjaan dengan berwirausaha. Banyak ide-ide dari para usahawan, hanya tergantung kita bagaimana cara mengaplikasikannya agar menjadi karya yang inovatif. Kemampuan kewirausaan dapat kita peroleh dari berbagai pelatihan-pelatihan, seminar, atau dengan berinteraksi langsung kepada pelaku wirausaha. Dengan itu kita bisa terjun dalam dunia USAHA yang sangat luas. Meningkatnya mental generasi muda dalam berwirausaha adalah salah satu cara untuk membangun jiwa yang tangguh,. Karena walaupun seoorang memahami strategi wirausaha akan tetapi dia tidak berani terjun kedalam dunia usaha, maka proses wirausahapun tidak akan terwujud.
Pemuda yang baik akan memilih lingkungan yang tepat dan mengeliminasi dampak negatif dari lingkungan sekitarnya. Sikap tersebut pada akhirnya akan membentuk mental yang kuat sebagai bekal menjadi seorang pengusaha. Pilihan menjadi seorang pengusaha mengandung banyak risiko yang terkadang lebih besar dibandingkan orang yang hanya memilih karier sebagai PNS dan karyawan BUMN. Tetapi hal tersebut merupakan trade off karena dalam ilmu ekonomi ada pepatah high risk high return (semakin besar risiko yang kita hadapi maka semakin besar imbalan yang dapat kita terima).
Fenomena ini jangan membuat kita takut untuk maju, tetapi harus menjadi suatu tantangan yang harus dijawab oleh semua para pengusaha maupun calon pengusaha. Banyak hal positif yang dapat diambil sebagai imbas keputusan untuk menjadi seorang pengusaha muda selain keuntungan yang bersifat materi. Dengan menjadi seorang pengusaha, maka secara otomatis kita akan berperan penting dalam jalannnya roda perekonomian. Sebab secara otomatis pengusaha akan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat dan meningkatkan GDP di negaranya. Menjadi pengusaha juga memperluas kesempatan untuk menambah jaringan (network), sehingga secara otomatis semakin menyambung tali silaturahim tanpa mengesampingkan kerja sama yang saling menguntungkan.
Penulis pernah mendapat wejangan dari seorang guru bahwa sebaik-baik rezeki adalah rezeki yang juga mendatangkan manfaat bagi orang lain. Dengan demikian, hanya dengan menjadi pengusaha hal ini dapat ini dapat diwujudkan. Menjadi pengusaha juga sangat dianjurkan oleh agama dan juga contohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW. Hal- hal tersebut cukup menjelaskan pentingnya menjadi pengusaha, baik dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Partisipasi pengusaha dalam perekonomian nasional pada hakikatnya di topang oleh tiga pilar (the three pillars) yaitu pemerintahan, swasta (pengusaha) dan masyarakat (rakyat).
Kalau diidentifikasi peran pemerintah dalam perekonomian adalah sebagai regulator dan pembuat kebijakan. Peran swasta adalah pelaksana dan penggerak perekonomian. Sedangkan masyarakat sebagai pelaku berfungsi mengawasi pelaksanaan kebijakan pemerintah. Oleh karena itu, di sini penulis menitikberatkan pada peran pengusaha/swasta sebagai penggerak perekonomian, khususnya pengusaha muda. Mangapa peran pengusaha muda begitu penting? Jawabannya karena mereka merupakan cikal bakal pengusaha yang akan membalik paradigma Indonesia. Saat ini paradigma pembangunan nasional adalah pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh besarnya belanja pemerintah.
Berperan ganda Pengusaha muda dapat berperan ganda yaitu di satu sisi sebagai penggerak perekonomian, di sisi lain juga sebagai pengawas jalannya roda perekonomian. Pengusaha muda diharapkan dapat menjadi cikal bakal pengusaha yang memegang role/ peranan penting dalam perekonomian nasional walaupun mereka identik dengan istilah UMKM (usaha mikro kecil dan menengah).Peran pengusaha muda juga siknifikan karena dapat menggerakkan perekonomian, khususnya di daerah yang luput dari perhatian pemerintah pusat.
Label pengusaha kecil jangan membuat para pengusaha muda terlena. Memang istilah pengusaha UMKM sebaiknya diganti dengan UBB (usaha bakal besar) di mana akan menimbulkan semangat yang lebih tinggi dari para pengusaha untuk memacu diri menggapai yang terbaik. Ke depan, pengusaha muda diharapkan semakin berperan dalam menjalankan perekonomian dengan tetap memegang prinsip melakukan yang terbaik untuk bangsa dan negara. Setiap usaha yang dilakukan oleh pengusaha tidak akan optimal jika tidak ada dukungan yang baik dari pemerintah. Peran pemerintah di sini dapat dibagi dua jenis yaitu sebagai regulator dan sebagai penyedia layanan serta fasilitas.
Sebagai regulator, pemerintah harus menjamin terciptanya iklim usaha yang baik dan keamanan yang kondusif untuk mendorong peningkatan investasi di dalam negeri. Pemerintah juga diharapkan mampu melakukan pembenahan terhadap infrastruktur dan fasilitas publik yang menentukan kelancaran operasional perusahaan baik untuk sektor privat maupun pemerintah itu sendiri. Salah satu caranya adalah pemerintah melakukan pendekatan money follow function. Setiap pajak atau retribusi yang dibayarkan oleh masyarakat yang menggunakan fasilitas negara dipakai untuk merawat dan membangun fasilitas tambahan, sehingga ada kesediaan yang tinggi dari masyarakat untuk selalu menjalan kan setiap kewajibannya kepada negara.
Sebagai regulator, pemerintah harus menjamin terciptanya iklim usaha yang baik dan keamanan yang kondusif untuk mendorong peningkatan investasi di dalam negeri. Pemerintah juga diharapkan mampu melakukan pembenahan terhadap infrastruktur dan fasilitas publik yang menentukan kelancaran operasional perusahaan baik untuk sektor privat maupun pemerintah itu sendiri. Salah satu caranya adalah pemerintah melakukan pendekatan money follow function. Setiap pajak atau retribusi yang dibayarkan oleh masyarakat yang menggunakan fasilitas negara-dipakai untuk merawat dan membangun fasilitas tambahan, sehingga ada kesediaan yang tinggi dari masyarakat untuk selalu menjalan kan setiap kewajibannya kepada negara
Indonesia dipandang sebagai potensi tertinggi pasar bagi dunia industri. Di samping itu, jika dilakukan pengelolaan dan pengembangan ketrampilannya, SDM Indonesia akan menjadi kekuatan yang besar bagi pembangunan negara dan tawar menawar di mata dunia. Oleh karena itu banyak peluang bagi para pemuda Indonesia untuk mencari lapangan pekerjaan maupun membuka wirausaha dan mengembangkannya. Namun perlu diingat, pertumbuhan jumlah wirausahawan harus didukung oleh lembaga pendidikan, termasuk perguruan tinggi. Karena pendidikan paling penting untuk member modal dasar bagi para wirausahawan yang bekerja dengan menggunakan ide dan kreativitas. 
Peran perguruan tinggi disini sangat membantu untuk mendorong pertumbuhan kewirausahawan. Siklus yang terjadi ketika seorang akan membuka usaha dan ia memiliki pendidikan maka akan membantu meningkatnya wirausahawan dari kalangan pemuda terutama kalangan sarjana dan akan membantu mengurangi pengangguran, serta akan menambah jumlah lapangan pekerjaan.
Untuk memberdayakan para pemuda indonesi agar bisa maju, mandiri dan bisa sejajar dengan negara maju lainnya, kita perlumembangun intelektualitas pemuda dengan pembangunan iptek, kedua, membentengi para pemuda dengan dasar keagamaan yang tinggi, dan yang ketiga, membangun kepekaan jiwa wirausaha di kalangan pemuda. Maksud dari kepekaan disini adalah bagaimana pemuda harus menjadi orang yang maju untuk masa depannya. Kemandirian pemuda bisa dicapai dengan membangun jiwa kewirausahawan, rasa kebersamaan dan solidaritas.
Menggalang rasa solidaritas bisa dilakukan lewat kegiatan atau mengikuti organisasi kemahasiswaan, sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan pemuda Indonesia yang saat ini di rasa mulai luntur karena perkembangan zaman dan derasnya arus globalisasi.
Hampir  90% para remaja bila ditanya tujuan mereka setelah menamatkan sekolah adalah menjadi PNS atau bekerja di Perusahaan. Sedikit yang menjawab ingin menjadi Pengusaha. Karena dalam benak mereka, hal yang dilakukan setelah lulus sekolah adalah mencari pekerjaan, bukan membuka lapangan pekerjaan.
Ini perlu menjadi keprihatinan  kita bersama.Sejak dini, Harus kita tanamkan kepada mereka bahwa pekerjaan bukan hanya PNS. Diluar sana, begitu banyak  peluang usaha yang bisa kita dapatkan, jika kita mau sedikit kreatif dan memutar otak.
Kita bisa melihat di lapangan, bahwa lulusan perguruan tinggi negeri ternama kebanyakan justru malah menjadi pegawai, sementara mahasiswa yang biasa-biasa saja, karena  nilai IP nya tidak memenuhi syarat untuk bekerja, maka,dengan keterbatasannya dia berusaha mencari peluang lain untuk hidup dan akhirnya mereka memilih menjadi Pengusaha.
Sosiolog David McClelland berpendapat,”Suatu negara bisa menjadi makmur bila ada entrepreneur (pengusaha) sedikitnya 2% dari jumlah penduduknya”.
Sedangkan Indonesia hanya 0,18% dari jumlah penduduk atau 400.000-an orang saja yang menjadi pengusaha. Jadi negara kita ini masih jauh dari angka kemakmuran.
Bandingkan dengan negara tetangga Singapura, mereka memiliki 7% populasi penduduknya sebagai pengusaha. Alhasil mereka kekurangan tenaga kerja dan mengimport dari luar.   
Bagaimana kita mengejar angka 2% tersebut. Syaratnya, kita harus menumbuhkan sebanyak banyaknya pengusaha baru. Remaja adalah bibit bibit muda yang bisa dibentuk menjadi Pengusaha. Sejak 2009 lalu, pemerintah sudah menyusun kurikulum berbasis enterpeneurship yang harusnya diintegrasikan dalam pembelajaran. Tujuannya antara lain bagaimana mempersiapkan generasi muda yang kompeptitif serta bisa membuka dunia usaha baru, termasuk mampu memberikan kerja untuk orang lain. Untuk itu, Jiwa kewirausahaan para remaja harus terus dipupuk sejak mulai kanak kanak. Dan hal ini membutuhkan dukungan dari semua pihak.
Untuk  menumbuhkan jiwa millennial tersebut khususnya bagi muda-mudi Islam diajarkan sejak dini  berdagang dan jiwa berdagang. Berdagang pada dasarnya merupakan salah satu pekerjaan yang sangat mulia, bahkan Nabi Shalallaahu alaihi wasalam dan sebagian shahabat beliau adalah para pedagang profesional. Namun di sisi lain Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam juga memperingatkan kita semua, bahwa tempat terburuk yang dibenci Allah adalah pasar.
Tentu bukanlah pasarnya yang salah, namun penghuninya, penjual dan pembelinya. Berapa banyak pedagang yang sibuk dengan dagangannya sehingga meninggalkan shalat dan dzikrullah, berapa banyak kecurangan, penipuan, riba dan berbagai kejahatan terjadi di pasar. Dan tentunya masih banyak lagi pola dan sistim pasar yang bertabrakan dengan syariat dipraktekkan di sana, yang penting dapat uang bagaimanapun caranya.
Dalam tulisan ini, motivasi untuk menjadi seorang entrepreneur (pengusaha) muslim sejati, yang senantiasa memperhatikan norma dan hukum dalam berdagang. Semoga bermanfaat, bukan untuk mereka yang menggeluti dunia dagang saja, namun untuk kaum muslimin semua.para pengusaha tetap menggunakan etika usaha yang berdasarkan etika islam atau dengan istilah pengusaha muda muslim yaitu Hablumminallah serta Hablumimminannas. Selain menyajikan materi bagaimana menjalin relasi yang baik dengan calon konsumen, dipaparkan  pula etika yang didasarkan untuk beribadah kepada Allah. Rasulullah SAW sebagai tauladan utama umat musim mencontohkan bahwa ketika berdagang harus diterapkan system yang berkeadilan yang jujur. Berwirausaha dengan memperhatikan norma- norma dan berbagi kepentingan individu maupun masyarakat. Ada rambu-rambu yang harus ditaati dan menjadi pembeda antara pengusaha muslim dan pengusaha konvensiaonal. Pengusaha muslim dapat memadukan unsur materi dan spiritual sehingga rasa kepedulian dan kasih sayang pun terjalin didalamnya.
Seorang yang akan terjun ke dunia dagang maka “wajib ain” atasnya mempelajari fikih perdagangan dan muamalah. Sebab tidak diragukan lagi, bahwa orang yang tidak belajar masalah tersebut kemudian terjun ke dunia dagang dan bisnis, maka sangat mungkin akan terjerumus ke dalam keharaman.
Ali bin Abi Thalib Radhiallaahu anhu berkata, “Seorang pedagang jika tidak mengetahui hukum, maka akan terjerumus ke dalam riba, tenggelam dan teng-gelam” Sedangkan Umar bin Khatthab Radhiallaahu anhu mengatakan, “Siapa yang tidak faham masalah agama janganlah sekali-kali berdagang di pasar kami.”
Jangan lupa selalu menanyakan kepada para ulama tentang segala permasalahan dagang yang belum jelas agar jangan sampai kita masuk ke area yang tidak hahal. Sebab teori dagang senantiasa berkembang dari hari ke hari, dan para ulama insya Allah akan memberikan wawasan kepada kita tentang mana yang halal dan mana yang haram.
Melalui penyajian dan pemaparan ide-ide dan gagasan yang akan dilaksanakan di Sekolah Menengah Kejuruan Harapan 30 ini diharapkan akan membuka wawasan mereka untuk menjadi generasi milennial yang berilmu, berkualitas, berkemajuan, dan memberi manfaat bagi dirinya sendiri, keluarga, masyarakat, negara, dan agama.




2.       Metode Pelaksanaan
Pelaksanaan kegiatan pengabdian berlangsung pada hari 05 Desember 2015  dari jam 09.00 WIB s.d 11.00 WIB, dengan dihadiri siswa/i SMK Swasta Harapan Al Washliyah Martubung. Kegiatan berupa penyampaian materi pokok kegiatan yang akan dilaksanakan berhubungan dengan seminar Pengenalan Konsep “Generasi Muslim Milenial Dan Entrepeneurship”.

3.       Hasil Pelaksanaan
Tabel 1. Sasaran Peserta Berdasarkan Jurusan
No
Sasaran Peserta
Jumlah
Persentase
1
Siswa Jurusan AK
19
45 %
2
Siswa Jurusan AP
20
55 %

Jumlah
38
100 %

Dari tabel diatas menunjukkan bahwa sasaran materi untuk siswa/i SMK Swasta Harapan Al Washliyah Martubung adalah siswa/i jurusan Akuntansi (AK) berjumlah 19 orang (45%) dan sasaran materi untuk siswa/i jurusan Administrasi Perkantoran (AP) berjumlah 20 orang (55%).

Gambar 1. Foto Kegiatan pemateri sedang menyampaikan materi tentang Generasi Muslim Milenial Dan Entrepeneurship


Berdasarkan data diatas peserta kegiatan pengabdian masyarakat ini, kegiatan ini memberikan hasil sebagai berikut:
a.     Peserta didik termotivasi untuk mempelajari kewirausahaan dan dunia usaha.
b.     Peserta didik memahami cara memotivasi diri mempelajari kewirausahaan dan dunia usaha.








4.       Kesimpulan
Dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dapat disimpulkan bahwa:
a.     Pengetahuan dan pemahaman siswa SMK Swasta Harapan Al Washliyah Martubung tentang Membangkitkan Pemuda Milenial Berbisnis  Syariah “Muda Yes, Mandiri Yes, Berpenghasilan Yes, Bergantung Orang Tua No”. yang menjadi meningkat.
b.     Kemampuan siswa SMK Swasta Harapan Al Washliyah Martubung dalam menyerap dan mempersonalisasikan pentingnya konsep Membangkitkan Pemuda Milenial Berbisnis  Syariah “Muda Yes, Mandiri Yes, Berpenghasilan Yes, Bergantung Orang Tua No”. menjadi meningkat.

Daftar Pustaka
Ismail, Perbankan Syariah, Prenada Media Group, Jakarta, 2011.
Jaih Mubarok, “Riba dalam Transaksi Keuangan”, At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi, Volume VI Nomer 1, Juni 2015.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perencanaan dan Pengembangan Karir BAB I PENDAHULUAN A . Latar Belakang Salah satu dorongan orang bekerja pada suatu organisasi, termasuk perusahaan adalah karena di sana ada kesempatan untuk maju. Sudah menjadi sifat dasar dari manusia pada umumnya untuk menjadi lebih baik, lebih maju dari posisi yang dipunyai saat ini, karena itulah mereka menginginkan suatu kemajuan dalam hidupnya. Kesempatan untuk maju yang termasuk ke dalam program pengembangan dapat di wujudkan jika mereka diberikan kesempatan untuk mengikuti program pelatihan dan pendidikan. Program pelatihan dan pendidikan yang mana yang diikuti perlu direncanakan dengan baik, agar pada gilirannya mereka mempunyai kesempatan untuk dipromosikan dipindahkan dari suatu jabatan ke jabatan lain yang mempunyai status dan tanggung jawab yang lebih tinggi. B . Rumusan Masalah 1.       Pengertian Perencanna Karir? 2.       Apa itu Perencanaan Karir? 3. ...